Bahas Perkembangan Timteng, Menlu China Teleponan Dengan Empat Menlu Negara Islam - Telusur

Bahas Perkembangan Timteng, Menlu China Teleponan Dengan Empat Menlu Negara Islam

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi. foto reuters

telusur.co.id - Menteri Luar Negeri China, Wang Yi melakukan serangkaian panggilan telepon dengan empat menteri luar negeri negara Islam — dari Kuwait, Bahrain, Pakistan, dan Qatar — untuk membahas perkembangan situasi Timur Tengah yang memanas.

Dalam percakapan dengan Menteri Luar Negeri Kuwait Sheikh Jarrah Jaber Al-Ahmad Al-Sabah pada Senin (9/3), Wang Yi menekankan bahwa China menghargai seruan negara-negara Teluk untuk dialog dan negosiasi serta akan terus berupaya memediasi perdamaian melalui utusan khusus China ke wilayah tersebut.

Wang Yi juga mengecam serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, menilai aksi tersebut dilakukan tanpa otorisasi PBB dan melanggar hukum internasional. Ia menegaskan bahwa kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial negara-negara Teluk harus dihormati, dan setiap serangan terhadap warga sipil atau target non-militer patut dikutuk.

Sheikh Jarrah menjelaskan bahwa Kuwait tidak terlibat langsung dalam perang namun terdampak situasi, dan menegaskan komitmen negara-negara Teluk untuk menyelesaikan perselisihan melalui dialog sambil tetap mempertahankan hak sah untuk membela diri.

Dalam pembicaraan terpisah dengan Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al Zayani, Wang Yi menyatakan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk dan menegaskan perlunya dialog untuk mengembalikan perdamaian. Al Zayani menekankan komitmen Bahrain terhadap perdamaian dan kesiapan bekerja sama dengan China di platform bilateral dan multilateral termasuk PBB.

Sementara itu, diskusi dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar menyoroti dukungan China terhadap upaya mediasi Pakistan, perlunya menghormati fasilitas sipil, serta kerja sama kontra-terorisme. Keduanya juga membahas konflik perbatasan Pakistan-Afganistan dan pentingnya mencegah eskalasi lebih lanjut.

Terakhir, dalam pembicaraan dengan Perdana Menteri dan Menlu Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, Wang Yi menegaskan prinsip China sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB dalam membela keadilan internasional. Ia menyerukan gencatan senjata, penghentian permusuhan, dan penyelesaian politik atas krisis, sambil mendukung negara-negara Teluk mengambil kendali masa depan kawasan.

Serangan militer pertama yang dilakukan AS dan Israel pada 28 Februari 2026 telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan menghantam sebuah sekolah perempuan di Iran selatan. Pemerintah Iran memperkirakan jumlah korban tewas akibat serangan tersebut telah mencapai lebih dari 1.300 orang. [ham]


Tinggalkan Komentar