Blokade AS terhadap Iran Memanas, Harga Minyak Capai $120 per Barel - Telusur

Blokade AS terhadap Iran Memanas, Harga Minyak Capai $120 per Barel

Selat Hormuz

telusur.co.id - Blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran semakin memanas, mendorong ketegangan di Selat Hormuz dan berdampak signifikan pada pasar energi global. Presiden AS Donald Trump mengklaim blokade tersebut berhasil dan mendesak Iran untuk "menyerah saja," sementara Iran bersikukuh menolak tekanan tersebut.

Di Iran, Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa blokade angkatan laut AS bertentangan dengan hukum internasional dan dipastikan akan gagal. “Setiap upaya untuk memberlakukan blokade atau pembatasan maritim pasti akan gagal,” ujarnya. Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menepis klaim AS bahwa blokade mengganggu produksi minyak, menekankan bahwa penyimpanan minyak Iran belum mencapai kapasitas penuh. Ia menambahkan bahwa kendali Iran atas Selat Hormuz akan menjamin kawasan ini bebas dari kehadiran militer AS.

Sementara itu, AS mengklaim pemutusan ekspor minyak Iran pada akhirnya akan memaksa kapasitas penyimpanan penuh, yang dapat menghentikan produksi. Namun analis menyebut penyimpanan yang tersisa hanya cukup untuk sekitar 20 hari produksi, dengan kemungkinan pengurangan bertahap dan percepatan pada bulan Mei.

Ketegangan geopolitik semakin kompleks dengan diplomasi internasional. Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan Trump agar tidak melanjutkan serangan terhadap Iran dan menyebut perpanjangan gencatan senjata sebagai keputusan yang tepat. Sementara itu, negosiasi AS-Iran masih buntu terkait program nuklir, blokade, pelepasan aset Iran senilai $20 miliar, dan tuntutan ganti rugi perang sebesar $270 miliar.

Ketegangan juga meluas ke sekutu AS. Trump mempertimbangkan pengurangan pasukan di Jerman menyusul penolakan Kanselir Friedrich Merz untuk bergabung dalam konflik melawan Iran. Uni Eropa menegaskan bahwa penempatan pasukan AS di Eropa adalah demi kepentingan Washington, sambil menekankan peningkatan pengeluaran pertahanan oleh negara-negara NATO.


Tinggalkan Komentar