telusur.co.id -PT Terminal Teluk Lamong (TTL) menunjukkan komitmen nyatanya dalam menjaga kesehatan pegawai secara holistik. Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026, anak usaha Pelindo ini menggelar sosialisasi HIV/AIDS bagi seluruh pegawainya pada Kamis (29/1/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud kepatuhan perusahaan terhadap Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 68 Tahun 2004 serta Peraturan Menteri Kesehatan No. 21 Tahun 2013 mengenai pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja. Melalui agenda ini, TTL berupaya menciptakan ekosistem kerja yang inklusif dan bebas dari diskriminasi.
Sosialisasi yang berlangsung interaktif ini dipandu oleh dokter perusahaan TTL, dr. Rekania Restya Kadiyar. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa musuh utama dalam isu ini bukanlah penderitanya, melainkan kurangnya informasi yang memicu stigma negatif.
“Edukasi mengenai HIV/AIDS sangat penting diberikan kepada seluruh lapisan masyarakat. Dengan pemahaman yang benar tentang cara penularan, pencegahan, serta penanganannya, kita dapat melindungi diri sendiri sekaligus membantu menghilangkan stigma yang masih melekat,” ujar dr. Rekania.
Ia menambahkan bahwa langkah pencegahan yang paling efektif dimulai dari kesadaran diri sendiri, penerapan gaya hidup sehat, serta keberanian untuk mengakses layanan kesehatan yang tepat tanpa rasa takut.
Direktur Operasi PT Terminal Teluk Lamong, M. Syukur, menegaskan bahwa kesehatan pekerja adalah aset yang sangat berharga. Sosialisasi ini menjadi salah satu pilar dalam memperkuat implementasi Quality, Health, Safety, Security, and Environment (QHSSE) di seluruh lini operasional perusahaan.
“Kami memandang isu HIV/AIDS sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menjaga kesehatan pekerja secara holistik. Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh insan TTL memiliki pemahaman yang benar, terbebas dari stigma, serta mampu menciptakan lingkungan kerja yang saling menghargai, aman, dan produktif,” tegas Syukur.
Sebagai terminal pelabuhan modern yang berbasis teknologi ramah lingkungan, TTL berharap wawasan yang didapat para pegawai bisa menjadi bekal berharga, baik dalam kehidupan profesional maupun pribadi. Dengan membangun budaya kerja yang sehat dan inklusif, perusahaan optimistis dapat terus meningkatkan produktivitas sembari menjamin kesejahteraan seluruh pekerjanya.



