telusur.co.id - E-workshop Kaderisasi dan Pendidikan Politik Kader Penggerak Partai NasDem yang diselenggarakan DPW Partai NasDem DKI Jakarta dalam rangkaian HUT ke-3 Akademi Bela Negara (ABN), Sabtu (18/7) siang ditutup Gubernur ABN IGK Manila.
Kegiatan yang diikuti 1.000 kader penggerak Partai NasDem DKI Jakarta itu berlangsung selama tiga hari. Pada hari terakhir, sebelum penutupan, para peserta masih mendapatkan pembekalan pengetahuan tentang digital marketing.
Diharapkan dengan pengetahuan itu, para kader panggerak Partai NasDem, khususnya di DKI Jakarta dapat menggerakkan warga masyarakat untuk bangkit dan optimistis di saat ekonomi melesu akibat pandemi Covid-19.
Sekretaris DPW Partai NasDem DKI Jakarta, Wibi Andrino, mengungkapkan sejak Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi, sedikitnya 500.000 warga Jakarta kehilangan pekerjaan.
"Kami tidak akan diam. Kami akan bergerak dan menggerakkan warga DKI. Apa yang kami peroleh selama _workshop_ tiga hari bukan untuk kepentingan diri kami sendiri, melainkan akan kami teruskan ke lapangan menggerakkan warga DKI untuk bangkit," katanya.
Gubernur Akademi Bela Negara, IGK Manila, saat menutup e-workshop berpesan kepada para kader penggerak partai agar tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan. "Jangan sampai tertular dan menularkan Covid-19 kepada orang lain," katanya.
Manila juga mengingatkan, para peserta e-workshop adalah kader penggerak. Oleh sebab itu, setelah mengikuti e-workshop selama tiga hari, "kita berkewajiban membangunkan mereka yang tidur, yang malas, dan yang tidak disiplin," tegasnya.
Manila juga minta agar para kader penggerak tetap menjaga kesehatan agar bisa menekan pertambahan kasus Covid-19. "Percuma kita sehat tapi ekonomi kita ambruk," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Teritorial Pemenangan Pemilu Jawa 1 (Banten, DKI), Effendy Choirie (Gus Choy), mengatakan, kegiatan e-workshop adalah penentu kemenangan NasDem di Jakarta.
Apa yang diperoleh para peserta, kata Gus Choy, harus diterapkan di lapangan untuk bekal perjuangan membesarkan partai.
Namun, dia juga mengingatkan bahwa untuk membesarkan dan memenangkan partai, tidak cukup dengan komitmen, idealisme, heroisme, pengetahuan, paham ideologi bangsa, atau wawasan.
Tapi faktanya, kata dia, dibutuhkan logistik. Pembekalan tentang peluang bisnis di era digital yang diterima para kader, diharapkan Gus Choy, dapat dijadikan para kader penggerak untuk memberikan kontribusi kepada bangsa lewat aktivitas ekonomi yang kini sedang lesu.



