telusur.co.id -Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan apresiasi terhadap keberanian pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan kesempatan bagi para pemain muda dalam skuad Garuda.
Langkah berani ini dinilai sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun kedalaman skuad Timnas Indonesia yang lebih matang dan kompetitif di masa depan.
Komitmen Herdman dalam mengorbitkan darah muda terlihat jelas menjelang dua laga krusial dalam agenda FIFA Matchday Juni 2026.
Salah satu pemain yang diplot promosi ke tim senior adalah Mathew Baker. Pemain berusia 17 tahun tersebut dipanggil Herdman mengisi lini belakang timnas senior.
Skuad Garuda dijadwalkan akan menjamu Oman pada 5 Juni dan Mozambik pada 9 Juni 2026, di mana kedua pertandingan internasional tersebut akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.
Erick Thohir menegaskan bahwa proses transisi ini sangat krusial bagi masa depan sepak bola tanah air.
"Saya melihat Coach John sangat serius mempersiapkan tim ini. Saya sangat mengapresiasi keputusan beliau memberikan kesempatan kepada pemain muda seperti Matthew Baker untuk mencoba bertransisi ke level senior."
"Sebelumnya kita juga melihat kejutan dari Donni Tri. Ini adalah proses yang harus kita lalui jika ingin memiliki kedalaman skuad yang matang," ujar Erick Thohir di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Lebih lanjut, Erick menyamakan cetak biru yang sedang dibangun di Indonesia saat ini dengan kisah sukses Timnas Kanada, yang pernah ditangani oleh John Herdman.
Ia menilai, berinvestasi pada pemain muda sejak dini akan membuahkan hasil manis di panggung dunia. Ia berkaca pada kesuksesan bintang Bayern Munchen, Alphonso Davies yang juga salah satu anak asuh John Herdman ketika membesut timnas Kanada.
"Kita bisa belajar dari track record Kanada. Waktu itu Alphonso Davies dan kawan-kawan diberi kesempatan sejak dini, akhirnya mereka mendapatkan jam terbang yang tinggi dan mampu bersaing di level dunia."
"Pola seperti ini yang sedang kita bangun di Indonesia. Tentu, kita harus tetap menjaga keseimbangan. Pemain senior tetap memiliki peran yang sangat vital untuk membimbing adik-adiknya dan memberikan kontribusi terbaik mereka di lapangan," tutup pria yang menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut.



