Grand Final Lomba Lawak Piala Bing Slamet 2025, Fadli Tekankan Penguatan Ekosistem Seni Komedi Tanah Air - Telusur

Grand Final Lomba Lawak Piala Bing Slamet 2025, Fadli Tekankan Penguatan Ekosistem Seni Komedi Tanah Air


telusur.co.id - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, hadir dalam Grand Final Lomba Lawak Group Piala Bing Slamet 2025 yang diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta. Lomba lawak ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan dan Yayasan Karya Gemilang Komedi Indonesia (YGKI) sebagai bagian dari upaya penguatan ekosistem rumah Bing Slamet.

Lomba Lawak Group Piala Bing Slamet 2025 digelar untuk menggairahkan kembali kemunculan grup lawak sebagai salah satu ekspresi budaya populer Indonesia. Kegiatan ini didukung oleh Sangia Production dan PaSKI (Persatuan Seniman Komedi Indonesia), serta diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia melalui mekanisme seleksi video, karantina, mentoring, hingga pementasan langsung di babak final.

Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan menyampaikan dukungan penuh terhadap dihidupkannya kembali ekosistem grup lawak yang pernah menjadi bagian kuat dari sejarah hiburan dan budaya Indonesia. Menurutnya, lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang regenerasi dan penguatan ekosistem seni komedi nasional. “Kementerian Kebudayaan sangat mendukung hadirnya kembali Lomba Lawak Group untuk memperebutkan Piala Bing Slamet 2025. Ini adalah bagian dari upaya membangun kembali ekosistem seni komedi yang dulu sangat kuat dan kini perlu terus dihidupkan kembali,” ujar Menteri Kebudayaan.

Menteri Kebudayaan menegaskan bahwa Bing Slamet bukan hanya tokoh komedi, tetapi juga seniman multitalenta yang memiliki kontribusi besar dalam dunia seni pertunjukan Indonesia. Oleh karena itu, penetapan Hari Komedi Nasional yang jatuh pada tanggal 27 September, bertepatan dengan hari lahir Bing Slamet, menjadi bentuk penghormatan atas legacytersebut, sekaligus penegasan bahwa seni komedi memiliki posisi penting dalam pemajuan kebudayaan nasional.

“Seni komedi adalah bagian dari ekspresi budaya kita. Negara memiliki mandat konstitusional untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia, sebagaimana tertuang dalam Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945. Dan seni komedi adalah salah satu wujud penting dari ekspresi budaya itu,” tegas Menteri Kebudayaan.

Dirinya juga menyoroti pentingnya lomba ini sebagai platform strategis dalam membangun regenerasi pelaku seni komedi. Kehadiran lomba lawak group dinilai mampu memperkaya khazanah seni pertunjukan serta membuka ruang kolaborasi dan kerja tim dalam seni komedi.

“Kita membutuhkan ekosistem, dan salah satu platformnya adalah lomba seperti ini. Dengan pemanfaatan teknologi, mulai dari seleksi melalui YouTube hingga pementasan final, lomba ini menunjukkan bahwa seni komedi bisa terus berkembang mengikuti zaman,” tambahnya.

Lomba Lawak Group Piala Bing Slamet 2025 diikuti oleh 58 grup lawak yang mengirimkan video audisi. Dari jumlah tersebut, terpilih 16 grup untuk mengikuti babak semifinal setelah melalui proses penjurian. Para peserta menjalani karantina dan pembekalan di Asrama Universitas Islam As-Syafi’iyah sebelum akhirnya diseleksi kembali hingga enam grup lolos ke babak final. Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari para seniman dan komedian senior, dengan kriteria meliputi penampilan, orisinalitas materi, kekompakan tim, improvisasi, serta kepadatan dan kualitas materi lawakan, hingga pada akhirnya lomba ini dimenangkan oleh Grup Mlumah (Malang) sebagai Juara I, disusul Grup Bertingkah (Bekasi) sebagai Juara II, dan Grup Tembok (Jakarta) sebagai Juara III. Sementara itu, Juara Harapan I, II, dan III masing-masing diraih oleh Grup LPG (Yogyakarta), Grup Genz.Com (Jakarta), dan Grup Segar (Jakarta).

Turut hadir mendampingi Menbud, Direktur Sarana dan Prasarana, Ferry Arlius; dan Direktur Film, Musik dan Seni, Syaifullah Agam. Hadir pula Ketua Yayasan YKGI, Adi Bing Slamet; jajaran Dewan Pembina PaSKI,  Erman Soeparno, Deddy Gumilar, dan Tarzan; serta jajaran Dewan Penasihat PaSKI, Dailami Firdaus dan Eko Hendropurnomo (Eko Patrio); jajaran Dewan Kehormatan PaSKI, Lies Hartono (Cak Lontong);  Dewan Juri, Tri Retno Prayudati (Nunung); serta sejumlah seniman komedian tanah air lainnya. 

Menutup sambutannya, Menteri Kebudayaan menyampaikan harapannya agar lomba ini menjadi titik awal kebangkitan kembali grup lawak Indonesia yang berakar pada nilai budaya lokal, sekaligus mampu bersaing di industri hiburan nasional. "Semoga seni komedi Indonesia semakin maju, semakin menghibur, dan semakin membuat Indonesia bahagia,” pungkasnya. [ham]


Tinggalkan Komentar