telusur.co.id - Fraksi Partai NasDem DPR RI menerima kunjungan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Madura (Formad) Jabodetabek di Ruang Rapat Fraksi Partai NasDem, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (6/2/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog intelektual antara legislator dan mahasiswa untuk memperkuat literasi, membangun harapan, serta menumbuhkan nalar kritis generasi muda di tengah dinamika perubahan global.
Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI Viktor Bungtilu Laiskodat didampingi Anggota Fraksi Partai NasDem DPR RI Willy Aditya menyambut langsung kehadiran para mahasiswa. Dalam suasana dialog yang terbuka, Viktor mengapresiasi inisiatif mahasiswa Madura yang membangun komunitas intelektual berbasis literasi dan pertukaran gagasan.
Menurut Viktor, membangun komunitas intelektual bukanlah perkara mudah. Ia menegaskan bahwa intelektualitas tidak ditentukan oleh gelar akademik semata, melainkan oleh cara berpikir dan keberanian merawat nalar kritis.
“Mengumpulkan orang-orang yang bergelar sarjana itu mudah, tetapi membangun komunitas intelektual itu tidak gampang. Intelektual bukan soal gelar, melainkan cara berpikir dan keberanian merawat nalar,” ujar Viktor.
Lebih lanjut, Viktor menekankan peran strategis literasi dalam membangun harapan, khususnya di tengah tantangan dunia pendidikan dan tekanan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini. Ia menilai bahwa krisis terbesar manusia bukan hanya persoalan ekonomi atau akademik, melainkan hilangnya harapan.
“Manusia bisa menyerah ketika dia merasa tidak punya harapan. Harapan itu dibangun melalui narasi, dan narasi hanya lahir dari literasi yang kuat,” tegasnya.
Viktor juga menyoroti rendahnya tingkat literasi di Indonesia yang berdampak pada pola pikir masyarakat. Menurutnya, literasi tidak hanya membentuk kecerdasan kognitif, tetapi juga melatih kematangan emosi dan rasionalitas dalam menyikapi persoalan sosial.
“Literasi melatih kita untuk berpikir kritis, membedakan emosi dan rasionalitas, serta tidak mudah memberi stigma. Di sinilah pentingnya critical thinking agar kita tidak terjebak pada prasangka,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Viktor menegaskan komitmen Fraksi Partai NasDem untuk membuka ruang dialog seluas-luasnya bagi mahasiswa. Ia menilai kritik merupakan bagian penting dari demokrasi dan proses pembelajaran bersama.
“Ruang ini terbuka. Silakan digunakan kapan saja. Mau diskusi, mau kritik NasDem, silakan. Orang yang anti-kritik itu justru tidak akan berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, Willy Aditya menilai tradisi literasi dan diskusi yang dibangun mahasiswa merupakan fondasi penting bagi lahirnya kebijakan publik yang berpihak pada kepentingan rakyat. Ia berharap Formad Jabodetabek terus menjadi ruang pembelajaran, dialektika, dan pertukaran gagasan yang produktif.
Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian Kelas Literasi dan Seminar Nasional Formad Jabodetabek bertema “Merawat Nalar, Merayakan Gagasan”. Kegiatan tersebut menghadirkan dialog antara mahasiswa, akademisi, dan legislator sebagai upaya memperkuat peran generasi muda dalam membangun masa depan bangsa yang lebih kritis dan berdaya. [ham]



