telusur.co.id -Gempar, penulis buku yang pernah viral pada Tahun 2024, Ahmad Bahar, lewat buku yang berjudul "Gibran The Next President" akan me-launching buku barunya yang berjudul "Raport Merah Sang Jendral Listyo Sigit Prabowo.
Dalam buku barunya ini, Bahar mencoba mengulas sepak terjang Kapolri yang dinilai banyak melakukan kebijakan yang kurang menjunjung nilai-nilai demokrasi di tanah air. Kedudukan Listyo Sigit sebagai Kapolri yang terlalu terlama — bahkan menjadi yang terlama dalam sejarah Polri — juga menjadi bagian dari ulasan dalam buku ini.
Selain itu juga dibahas mengenai kegagalan Listyo Sigit membawa reformasi dalam tubuh Polri. Hal tersebut mengakibatkan, indeks demokrasi turun, banyak kriminalisasi hukum, maraknya budaya setoran, kontroversi no viral no justice, dan lain sebagainya.
Dalam buku ini, Penulis mengambil kesimpulan Polri di bawah Listyo Sigit Prabowo nirprestasi dan nilai rapornya merah.
Penulis sendiri menyadari, buku ini bakal mengundang pro dan kontra. Mengingat mengusik soal kelompok "seragam coklat" dalam sebuah buku tentunya akan mengundang hal yang ngeri-ngeri sedap.
Bahar pun berharap buku ini dapat membuka cakrawala berpikir tentang kondisi Polri saat ini. Bahar menyebut, mengkritik Polri bukan berarti benci tetapi justru cara Penulis peduli dengan eksistensi Korps Bhayangkara.
"Jika diperas isinya, maka inti dari buku ini adalah: kapan Kapolri diganti," tutup Ahmad Bahar.
Peluncuran buku sendiri akan diselenggarakan di Galeri Darmin Kopi, Jalan Duren Tiga Raya no 7E RT 2/RW 6, Duren Tiga, Pancoran, Jaksel dimulai pukul 15.30 WIB.
Rencananya beberapa narasumber akan menghadiri peluncuran buku ini diantaranya: Komjen (Purn) Oegroseno, (mantan Wakapolri), Rismon Sianipar (alumni UGM), dan Mahfud MD (Anggota Komisi Kepolisian (masih dalam konfirmasi).



