telusur.co.id - Perlawanan Islam di Lebanon, Hizbullah mengumumkan pada Kamis pagi pelaksanaan serangkaian operasi yang menargetkan situs militer Israel sebagai bagian dari Operasi Devoured Straw, upaya pembalasan terhadap agresi Israel terhadap Lebanon.
Dalam serangan ini, barak Ya'ra menjadi sasaran sejumlah besar drone, sementara pangkalan militer, tempat berkumpul pasukan, dan permukiman jauh di wilayah Palestina yang diduduki juga menjadi target, termasuk fasilitas intelijen dan pemantauan utama.
Operasi terhadap permukiman Nahariya
Pejuang Hizbullah menargetkan permukiman Nahariya dua kali:
-
Pukul 00.10, serangan drone besar-besaran.
-
Pukul 00.45, serangan kedua menggunakan roket dan drone tambahan.
Serangan ke pangkalan udara Meron
Pada pukul 05.15, pangkalan Meron yang mengelola operasi udara Israel di utara Palestina diduduki diserang menggunakan pesawat tak berawak. Serangan merusak salah satu sistem radar pangkalan.
Target pangkalan militer Israel
-
Pukul 00.30, pangkalan Beit Lid, markas Brigade Nahal dan Brigade Pasukan Terjun Payung, diluncuri rentetan rudal presisi.
-
Pukul 00.30, pangkalan Glilot yang menampung Unit Intelijen Militer Israel 8200 juga diserang dengan rudal presisi.
Operasi perbatasan melawan pasukan pendudukan Israel
-
Pukul 01.15, barak Ya'ra kembali diserang menggunakan banyak drone.
-
Pukul 01.15, kerumunan pasukan Israel di Markaba ditembaki dengan artileri.
-
Hizbullah juga menegaskan telah mempertahankan kota-kota perbatasan Lebanon dari upaya Israel maju ke wilayah Lebanon.
Kelompok Hizbullah menekankan operasi ini sebagai bagian dari pembalasan berkelanjutan dan untuk melindungi wilayah Lebanon dari agresi Israel, sambil menargetkan fasilitas militer dan permukiman di perbatasan serta wilayah yang diduduki Israel.
Almayadeen



