telusur.co.id - Anggota DPR RI daerah pemilihan Jakarta II, Ida Fauziyah menegaskan bahwa Indonesia sejatinya bukanlah negara agama, namun menjadikan nilai-nilai agama sebagai fondasi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Indonesia memang bukan negara agama, tetapi Indonesia menjadikan agama sebagai nilai yang akan tumbuh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita," tuturnya saat menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di daerah pemilihan (Dapil) Jakarta II, Sabtu (28/2/2026) di Pelataran Masjid Gedung Walisongo- PP ISNU, Jl. Kwitang No.13.
Ida mencontohkan pengalaman mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, yang pernah tinggal dan bersekolah di Jakarta saat kecil. Menurutnya, Obama merasakan langsung kehidupan masyarakat Indonesia yang damai di tengah perbedaan agama, suku, dan ras.
Ia juga membandingkan kehidupan keagamaan di Indonesia dengan sejumlah negara mayoritas Muslim yang pernah ia kunjungi, seperti Tunisia, Uni Emirat Arab, Oman, dan Aljazair.
Menurut Ida, meskipun persentase umat Islam di beberapa negara tersebut lebih besar dibanding Indonesia, dinamika kegiatan keagamaan di Indonesia justru lebih semarak. Ia mencontohkan aktivitas pengajian, majelis taklim, hingga kegiatan Ramadan seperti berbagi takjil yang tumbuh subur di tengah masyarakat.
"Enggak ada acara yang namanya bagi-bagi takjil. Enggak ada kegiatan-kegiatan yang mendukung yang vibesnya itu, kayak di Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, Ida Fauziyah juga menegaskan pentingnya menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam 4 Pilar MPR RI, yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.
“Empat pilar ini bukan sekadar konsep, tetapi fondasi utama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Itulah kekuatan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Jadi berbeda-beda Itu bukan kelemahan di tengah tantangan global dan dinamika sosial yang terus berkembang,” ujarnya di hadapan peserta sosialisasi.
Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan dialog dan partisipasi aktif peserta.
Ida berharap pemahaman terhadap 4 Pilar MPR RI semakin menguat di tengah masyarakat, sehingga persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga di tengah dinamika zaman.
"Agama kita dijadikan sebagai nilai-nilai dalam berbangsa, bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Tapi kita semua meyakini bahwa negara kesatuan Indonesia adalah harga mati," pungkasnya.



