telusur.co.id - Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk tindakan yang disebut sebagai agresi dan pelanggaran gencatan senjata oleh Amerika Serikat, serta menegaskan bahwa Iran akan terus mempertahankan kedaulatan nasionalnya dari setiap ancaman.
Dilansir dari Kantor berita IRNA , Senin (26/5/2026), dalam pernyataan resmi yang dirilis Selasa, kementerian menyebut militer Amerika Serikat terus melakukan tindakan ilegal sejak pengumuman gencatan senjata pada 8 April 2026. Iran secara khusus menyoroti dugaan aksi pembajakan maritim terhadap kapal dagang Iran dan pelanggaran di wilayah Hormozgan dalam 48 jam terakhir.
Menurut pernyataan tersebut, tindakan Washington dinilai sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kesepakatan gencatan senjata dan menunjukkan itikad buruk Amerika Serikat di tengah proses diplomatik yang sedang berlangsung dengan mediasi Pakistan.
“Iran menilai tindakan agresif ini kembali memperlihatkan niat buruk pemerintahan AS terhadap bangsa Iran, kawasan, dan komunitas internasional,” demikian isi pernyataan itu.
Teheran juga menegaskan bahwa sikap keras Iran di medan militer, diplomasi, maupun politik domestik didasarkan pada ketidakpercayaan mendalam terhadap kebijakan Amerika Serikat yang dianggap bermusuhan terhadap rakyat Iran.
Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan tindakan tersebut melanggar Pasal 2 Ayat 4 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa serta kesepakatan gencatan senjata yang telah berlaku sebelumnya.
“Semua konsekuensi dari tindakan agresif ini menjadi tanggung jawab rezim AS,” tegas pernyataan itu.
Iran juga memperingatkan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan tindakan yang dianggap mengancam kedaulatan nasional berlalu tanpa respons.
Secara terpisah, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa pasukan pertahanan udara mereka telah merespons masuknya unsur militer Amerika Serikat ke wilayah udara Iran.
Dalam keterangannya, IRGC mengklaim berhasil mengidentifikasi dan menghancurkan drone MQ-9 milik Amerika Serikat setelah dilakukan pemantauan intelijen.
Selain itu, Iran juga mengklaim berhasil menembak sebuah drone RQ-4 dan mengusir jet tempur Lockheed Martin F-35 Lightning II dari wilayah udaranya.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait klaim terbaru yang disampaikan Iran tersebut.



