IRGC Tekankan Transit Selat Hormuz Wajib Lewat Rute Resmi Iran - Telusur

IRGC Tekankan Transit Selat Hormuz Wajib Lewat Rute Resmi Iran


telusur.co.id - Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran memperingatkan bahwa jalur aman untuk melintasi Selat Hormuz hanya dimungkinkan jika kapal-kapal melewati rute yang telah ditetapkan secara resmi oleh Republik Islam.

Dalam pernyataan resminya pada Kamis (25/6/2026) seperti dilaporkan Press TV, IRGC menggambarkan rute transit alternatif apa pun di luar ketentuan tersebut sebagai tindakan yang "tidak dapat diterima dan sangat berbahaya."

"Lalu lintas kapal di luar rute-rute ini dilarang, dan kami memperingatkan agar tidak ada lalu lintas di luar rute yang telah dikomunikasikan," tambahnya.

Selain itu, IRGC menekankan bahwa koordinasi dengan Angkatan Laut mereka bersifat "wajib" bagi setiap kapal yang ingin transit melalui jalur perairan strategis itu.

Peringatan keras itu disampaikan beberapa hari setelah Ketua Parlemen sekaligus kepala negosiator Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menyatakan bahwa titik rawan (chokepoint) tersebut tidak akan kembali ke status sebelum terjadinya ketegangan pada 28 Februari lalu atau ketika Amerika Serikat dan Israel memulai agresi terbaru terhadap Iran.

"Semua orang harus tahu bahwa pengelolaan Selat Hormuz tidak akan pernah kembali seperti sebelum perang," kata Qalibaf.

Sebelumnya, Iran sempat menutup selat tersebut bagi negara rival dan sekutunya sebagai bentuk pembalasan atas agresi.

Teheran kemudian memperketat kendali menyusul tindakan AS yang mempertahankan blokade laut ilegal terhadap pelabuhan dan kapal Iran, meski kesepakatan gencatan senjata tengah berlaku.

Baru-baru ini, kedua belah pihak sebenarnya telah menyepakati Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani oleh Presiden Iran dan Presiden AS untuk mengakhiri siklus ketegangan.

Berdasarkan MoU tersebut, Iran setuju untuk mengatur mekanisme pasca-penandatanganan dan berupaya memastikan jalur aman bagi kapal komersial secara gratis selama 60 hari, dari Teluk Persia ke Laut Oman dan sebaliknya.

Kendati demikian, Iran tetap menerapkan syarat ketat, yakni kewajiban koordinasi penuh dengan otoritas navigasi mereka.


Tinggalkan Komentar