Israel Disebut Siapkan Operasi Baru di Tepi Barat, Hamas Keluarkan Peringatan Keras - Telusur

Israel Disebut Siapkan Operasi Baru di Tepi Barat, Hamas Keluarkan Peringatan Keras

Hamas. Sumber foto: internet

telusur.co.id - Ketegangan di Tepi Barat kembali meningkat setelah Hamas mengecam seruan Menteri Perang Israel Israel Katz terkait penghancuran kamp pengungsi Palestina dan kemungkinan penggusuran penduduknya.

Dilansir dari Kantor berita IRNA, Hamas menilai pernyataan Katz merupakan indikasi adanya rencana perluasan operasi militer Israel di Tepi Barat. Kelompok tersebut juga memperingatkan bahwa langkah semacam itu berpotensi memperburuk situasi kemanusiaan dan meningkatkan ketegangan di wilayah pendudukan.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui situs informasi Hamas pada Selasa, kelompok tersebut menuduh pemerintah Israel sedang mempersiapkan kebijakan yang lebih luas terhadap sejumlah kamp pengungsi Palestina.

Hamas secara khusus menyoroti pernyataan Katz serta pernyataan dari Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich. Menurut Hamas, pernyataan para pejabat tersebut menunjukkan adanya upaya untuk memperluas pola pengusiran warga Palestina dari sejumlah kamp pengungsi di Tepi Barat.

Hamas menyebut kamp pengungsi Jenin dan Tulkarm sebagai bagian dari wilayah yang sebelumnya telah menjadi sasaran operasi militer Israel.

Kelompok tersebut menuduh operasi di berbagai kota dan kamp pengungsi Tepi Barat melibatkan penghancuran infrastruktur, penangkapan, serta tindakan kekerasan terhadap warga Palestina.

Hamas menegaskan bahwa tekanan tersebut tidak akan membuat warga Palestina meninggalkan tuntutan mereka.

Kelompok tersebut juga menyerukan persatuan masyarakat Palestina dan mobilisasi di Tepi Barat, Al-Quds, serta wilayah yang diduduki Israel sejak 1948.

Dalam seruannya, Hamas meminta masyarakat Palestina menghadapi kebijakan pemerintah Israel dan kelompok pemukim serta meningkatkan perlawanan di wilayah yang mereka sebut sebagai titik-titik kontak.

Sementara itu, laporan Channel 13 Israel menyebut Israel Katz telah memerintahkan militer Israel untuk mempersiapkan langkah yang memungkinkan pendudukan kamp pengungsi Palestina lainnya di Tepi Barat.

Laporan tersebut menyebut perintah itu berkaitan dengan rencana perluasan operasi militer Israel di wilayah tersebut.

Langkah tersebut dikabarkan muncul setelah operasi militer Israel di kamp Jenin, Tulkarm, dan Nur Shams.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan keamanan yang berlangsung pada Senin malam. Pertemuan itu dilaporkan dihadiri Kepala Staf Israel Eyal Zamir, Kepala Direktorat Operasi Itzik Cohen, Kepala Intelijen Militer Shlomi Binder, Kepala Komando Pusat Avi Blot, serta sejumlah pejabat keamanan lainnya.

Hamas juga menyerukan keterlibatan komunitas internasional dalam merespons perkembangan terbaru di Tepi Barat.

Kelompok tersebut meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lembaga internasional, serta badan-badan peradilan internasional untuk menindaklanjuti pernyataan mereka dan mengambil langkah terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap warga Palestina.

Hamas menilai perhatian internasional diperlukan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut sekaligus melindungi warga sipil Palestina di wilayah tersebut.

Perkembangan ini kembali menempatkan Tepi Barat sebagai salah satu titik rawan dalam konflik Israel-Palestina. Dengan adanya laporan mengenai kemungkinan perluasan operasi militer, kekhawatiran terhadap kondisi warga sipil dan masa depan kamp-kamp pengungsi Palestina pun kembali meningkat.


Tinggalkan Komentar