Jelang Idul Adha, Barantin Bentuk Satgas Nasional Awasi Hewan Kurban - Telusur

Jelang Idul Adha, Barantin Bentuk Satgas Nasional Awasi Hewan Kurban

Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding. Sumber foto: internet

telusur.co.id - Badan Karantina Indonesia menyiapkan empat langkah strategis guna memastikan hewan kurban yang beredar menjelang Hari Raya Iduladha dalam kondisi sehat, aman, dan bebas dari penyakit menular.

Komitmen itu disampaikan Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding, usai menghadiri rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Karding menegaskan bahwa Barantin ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban dengan rasa aman tanpa kekhawatiran terhadap kesehatan hewan yang dibeli.

“Kita harus menciptakan kondisi masyarakat berkurban itu nyaman, aman, dan tidak ada kekhawatiran,” ujar Karding kepada wartawan.

Langkah pertama yang dilakukan Barantin adalah mitigasi melalui penelusuran rekam jejak kesehatan hewan di berbagai daerah. Proses ini mencakup pemetaan wilayah yang pernah memiliki kasus penyakit hewan maupun daerah yang dianggap rawan penularan.

“Contoh mitigasi apa? Pemetaan daerah-daerah asal, penelusuran daerah-daerah asal, mana yang dulu pernah ada penyakit, mana yang kira-kira rawan penyakit,” jelasnya.

Langkah kedua, Barantin melakukan pendataan dan pengawasan berdasarkan jenis hewan kurban yang akan didistribusikan, mulai dari sapi, kambing, hingga domba. Pendekatan ini dilakukan agar pengawasan lebih spesifik dan tepat sasaran.

Selanjutnya, langkah ketiga dilakukan melalui koordinasi lintas sektor. Barantin menggandeng berbagai pihak, mulai dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan, operator angkutan, hingga otoritas pelabuhan untuk memastikan distribusi hewan kurban berjalan aman dan sesuai prosedur karantina.

“Yang ketiga, kita koordinasi dengan menko pangan, dengan operator angkut, dengan pelabuhan, dan sebagainya,” kata Karding.

Sebagai langkah keempat, Barantin resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Khusus di seluruh wilayah Indonesia melalui rapat pimpinan nasional. Satgas tersebut bertugas mengantisipasi potensi penyebaran penyakit, hama, virus, maupun bakteri yang dapat mengancam kesehatan hewan kurban.

“Secara khusus saya minta di Rapim membentuk satgas khusus mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan adanya penyebaran penyakit, hama, atau virus, atau bakteri dari hewan kurban. Jadi ada satgas di seluruh daerah,” tegas Karding.

Dengan pengawasan berlapis tersebut, Barantin berharap distribusi hewan kurban menjelang Iduladha tahun ini berjalan lancar sekaligus mampu menjaga kesehatan masyarakat dan ketahanan pangan nasional.


Tinggalkan Komentar