telusur.co.id -Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman mulai menyusun langkah besar usai hasil drawing Piala Asia 2027 menempatkan skuad Garuda di grup neraka. Indonesia tergabung di Grup F bersama tiga kekuatan Asia yakni Jepang, Qatar, dan Thailand. Gelaran ini akan dihelat di Arab Saudi mulai 7 Januari sampai 5 Februari 2027 mendatang.
Bergabungnya skuad Garuda ke dalam "Grup Neraka" tersebut tidak lepas dari daftar unggulan yang menempatkan timnas Indonesia pada Pot 4 undian. Daftar tersebut merepresentasikan peringkat FIFA masing-masing negara.
Hasil undian tersebut membuat Timnas Indonesia diprediksi menghadapi tantangan berat sejak fase grup.
Jepang masih menjadi salah satu kekuatan utama Asia dengan kedalaman skuad bertabur pemain yang tampil di liga-liga top Eropa. Sementara Qatar datang dengan status juara bertahan Piala Asia dua edisi terakhir serta memiliki organisasi permainan yang matang. Adapun Thailand tetap menjadi lawan berbahaya di kawasan Asia Tenggara karena pengalaman dan konsistensi mereka di level Asia.
Menanggapi hasil drawing tersebut, John Herdman menegaskan timnya harus segera mengambil langkah besar dalam enam bulan ke depan demi mempersiapkan diri menghadapi persaingan ketat di ajang sepak bola terbesar di Benua Asia tersebut.
"Hasil undian ini berarti kami perlu mengambil langkah besar selama enam bulan ke depan. Langkah utama yang perlu kami lakukan adalah mengevaluasi pemain domestik kami, di mana kami akan mengadakan pemusatan latihan pada bulan Mei untuk memantau pemain yang tampil baik musim ini, serta pemain yang kami yakini menunjukkan tanda-tanda sesuai dengan profil yang mungkin kami butuhkan ke depannya," ujar Herdman dalam keterangan resminya di laman Kita Garuda.
Pelatih asal Inggris tersebut menjelaskan, agenda pertama yang akan dilakukan adalah menilai kualitas pemain lokal melalui pemusatan latihan. Selanjutnya, staf pelatih akan mulai memantau pemain diaspora Indonesia yang berkarier di Eropa.
"Jadi, langkah pertama adalah menguji para pemain domestik tersebut. Langkah kedua pada bulan Juni adalah memantau pemain diaspora yang bermain di Eropa dan memadukannya dengan beberapa pemain lokal terbaik kami untuk memahami lebih dalam tentang grup kami; memahami siapa kelompok pria yang tepat yang akan memimpin kami menuju Piala Asia 2027," paparnya.
Menurut eks pelatih timnas Kanada ini, proses persiapan tersebut tidak hanya berfokus pada pencarian pemain terbaik, tetapi juga menyangkut kedalaman skuad dan pembentukan identitas permainan Timnas Indonesia di bawah komandonya.
"Jadi, ada bagian utama yaitu tentang penilaian grup, ketersediaan pemain, kedalaman skuad, profil posisi, dan bagian kedua adalah performa."
"Ini adalah pemusatan latihan kedua saya sebagai pelatih dengan grup yang sempat kalian lihat bermain pada bulan Maret lalu," ucap Herdman.
Mantan pelatih Toronto FC itu juga menekankan pentingnya membangun koneksi antarpemain agar tim memiliki fondasi mental dan chemistry yang kuat saat tampil di Piala Asia 2027 nanti.
"Saya pikir setiap kali kami berkumpul, ini adalah tentang kemajuan dalam kerangka taktis, identitas taktis kami, tetapi juga kemajuan dalam koneksi kami di dalam dan di luar lapangan sehingga membangun persaudaraan yang diperlukan bagi kami untuk melangkah ke level berikutnya di AFC," tutur pelatih berusia 50 tahun tersebut.
Dengan tantangan besar di depan mata, Timnas Indonesia dipastikan membutuhkan perkembangan signifikan baik dari sisi kualitas permainan maupun kedalaman tim jika ingin bersaing melawan Jepang, Qatar, dan Thailand pada Piala Asia 2027 mendatang.



