telusur.co.id - Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat, mendorong generasi muda untuk berani berpikir kritis, responsif terhadap persoalan, dan tidak takut turun langsung ke lapangan demi menciptakan perubahan nyata.
Pesan itu disampaikan Viktor saat menjadi keynote speaker dalam dialog dan sarasehan Ikatan Keluarga Flobamora Malang di Institut Teknologi Nasional Malang, Jawa Timur, Minggu (10/5/2026).
Menurut mantan Gubernur Nusa Tenggara Timur tersebut, karakter anak muda justru terlihat dari keberanian menyampaikan pendapat dan mengkritik hal yang dianggap keliru.
“Kalau dosennya ngajarnya salah, ya bilang salah. Jangan kita diam saja karena dia dosen. Kalau ada kekeliruan di pemerintah, responsif. Enggak apa-apa,” kata Viktor dikutip fraksi nasdem.
Ia menegaskan generasi muda tidak boleh kehilangan energi, keberanian, dan semangat untuk mencoba hal baru. Bahkan, menurutnya, sikap “bandel” bisa menjadi hal positif selama dibarengi tanggung jawab dan pemikiran yang cerdas.
“Bandel boleh, tapi bandel intelek. Bandel yang bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Dalam paparannya, Viktor menilai tantangan terbesar anak muda saat ini bukan lagi soal akses pengetahuan, melainkan kemauan untuk bekerja dan menghasilkan sesuatu yang nyata.
“Hari ini belajar apa saja gampang. Yang kita takut sebenarnya bukan pengetahuan, tapi tidak mau kerja,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya perguruan tinggi mencetak lulusan yang mampu menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat, terutama dalam bidang teknologi dan industri.
“Kita keluarkan teknik mesin, tapi tidak ada yang buat mesin. Mesin sederhana untuk rakyat itu yang dibutuhkan,” katanya.
Viktor menilai masih banyak potensi ekonomi daerah yang belum dimaksimalkan, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga industri pengolahan pangan.
“Orang pintar omong, tapi tidak ada produk,” ucapnya.
Di hadapan ratusan mahasiswa dan sivitas akademika ITN Malang, Viktor mengajak generasi muda keluar dari zona nyaman dan membangun karakter pekerja keras yang tangguh menghadapi tantangan.
“Knowledge and character, itu manusia. Pengetahuan membuat orang menjadi terang, karakter membuat orang punya nilai,” tuturnya.
Menutup dialog, Viktor mengajak mahasiswa menjadi generasi pencipta peluang sekaligus pembuka lapangan kerja baru.
“Turun ke lapangan, kerja, dan ciptakan produk. Indonesia ini kaya sekali peluang,” pungkasnya.



