Kadindik Jatim Uji Langsung 15 Kandidat Kepala SMAN Taruna Jawa Timur pada Tahap Pantukhir - Telusur

Kadindik Jatim Uji Langsung 15 Kandidat Kepala SMAN Taruna Jawa Timur pada Tahap Pantukhir

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai saat memberikan beragam pertanyaan kepada 15 kandidat calon Kepala SMAN Taruna Jawa Timur (doc: IG @dindik_jatim)

telusur.co.id - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Kadindik Jatim), Aries Agung Paewai tengah menguji langsung 15 kandidat calon Kepala SMAN Taruna Provinsi Jawa Timur dalam tahapan Penilaian Pemantauan Akhir (Pantukhir). Rabu, (18/2/2026)

Proses seleksi ini menjadi bagian penting dalam menentukan figur pemimpin yang dinilai layak memimpin sekolah berbasis ketarunaan tersebut.
 
Para kandidat berasal dari berbagai unit kerja dan sekolah di Jawa Timur. Keberagaman latar belakang ini mencerminkan proses seleksi yang terbuka dan kompetitif. Seleksi dibagi ke dalam tiga sesi, masing-masing diikuti lima kandidat yang diuji secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan.
 
Dalam proses penilaian, eks PJ Wali Kota Batu ini mengajukan beragam pertanyaan yang mencakup aspek observasi akademik dan nonakademik.
 
Mantan Kabiro Humas Pemprov Jatim ini juga menggali visi kepemimpinan, komitmen terhadap pembentukan karakter, serta strategi penguatan budaya disiplin dan prestasi di lingkungan Taruna.
 
“Pendekatan tahap ini menunjukkan komitmen Dinas Pendidikan Jawa Timur dalam memastikan kualitas kepemimpinan sekolah sebagai fondasi utama keberhasilan peserta didik dan tenaga pendidik,” tegas pria asal kelahiran Makassar ini.
 
Seleksi yang objektif dan berintegritas ini diharapkan mampu melahirkan kepala sekolah Taruna yang tidak hanya unggul secara manajerial, tetapi juga mampu membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan, berkarakter, dan adaptif terhadap tantangan global.

“Dengan proses yang transparan dan profesional, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan keseriusannya dalam mencetak generasi muda yang tangguh, berdaya saing, dan siap menghadapi dinamika perkembangan zaman,” tutup alumnus IPDN tahun 1999 ini. (ari)


Tinggalkan Komentar