telusur.co.id -Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan komitmennya dalam membangun fondasi kuat bagi Tim Nasional Indonesia demi mengejar target besar lolos ke Piala Dunia 2030. Menurut Erick, ada tiga pilar utama yang menjadi kunci keberhasilan skuad Garuda ke depan, yakni kualitas pemain, kepelatihan yang mumpuni, serta program kompetisi yang konsisten.
Erick menilai, saat ini kualitas individu para pemain timnas sudah berada di jalur yang tepat. Namun, ia memberikan catatan khusus mengenai kedalaman skuad dan pentingnya menjaga kondisi fisik pemain dalam jangka panjang.
"Ya, pasti harus punya kualitas pemain yang bagus, pelatih yang bagus, dan program bagus, gitu. Kalau kita lihat mengenai kualitas pemain, saya rasa kita baik," ujar Erick Thohir kepada awak media usai acara Water Break PSSI Pers, di Jakarta, Kamis (16/4).
Meski memuji kualitas timnas Indonesia yang ada, pria yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga ini mengingatkan agar faktor kebugaran menjadi prioritas utama. Ia berharap tidak ada pemain pilar yang mengalami cedera serius yang dapat menghambat perkembangan tim serta dalam menghadapi beberapa pertandingan resmi.
"Jangan sampai ada cedera jangka panjang. Sama juga mungkin di satu-dua posisi ya harus dipertebal, ya. Tapi sekarang sih kualitas ini baik," tambahnya.
Selain faktor pemain, Erick juga menyoroti peran krusial di kursi kepelatihan. Ia memberikan apresiasi khusus kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman, yang dinilai mampu beradaptasi dengan budaya sepak bola Indonesia namun tetap menjunjung tinggi kedisiplinan.
Erick cukup terkesan dengan pendekatan sang pelatih yang mau turun berbaur untuk mengetahui bagaimana kultur dari masyarakat Indonesia.
"Kepelatihan baik, saya apresiasi Coach John yang serius dan menghargai kultur kita, sampai main bola di pinggir pantai dan sangat menurut saya disiplin," jelas Erick.
Ia berharap sinergi antara pelatih dan pemain dapat terus terjaga. Menurutnya, pelatih ideal bagi Indonesia adalah mereka yang tidak hanya cerdas secara taktikal, tetapi juga memiliki empati terhadap pemain dan memahami dinamika liga domestik.
"Mudah-mudahan bisa terus menjaga performa lah. Karena penting sekali punya pelatih yang juga mengerti pemain, tapi tahu taktikal, tahu adaptasi, dan juga bersahabat dengan liga," tuturnya.
Dari sisi manajerial, PSSI terus mendorong program-program strategis untuk meningkatkan jam terbang internasional para pemain. Sukses menjadi tuan rumah FIFA Series sebelumnya menjadi modal berharga untuk menyusun agenda uji coba berikutnya pada kesempatan FIFA Matchday.
Erick mengungkapkan bahwa PSSI saat ini tengah bergerak cepat untuk mencari lawan tanding berkualitas pada jeda internasional bulan Juni mendatang, di tengah padatnya jadwal kompetisi global.
"Program tentu kita dorong. Kemarin kita tuan rumah FIFA Series, nanti Juni kita juga sedang mencari lawan, mudah-mudahan sudah dapat satu karena memang ini banyak perputaran kompetisi juga di banyak tempat," tutupnya.
Tugas besar menghampiri John Herdman untuk mencapai panggung turnamen sepak bola tertinggi di dunia. Pelatih asal Inggris ini harus segera membangkitkan semangat juang para punggawa Garuda yang sempat dibuat kecewa gagal lolos ke Piala Dunia 2026.



