Kemenhub Apresiasi Terminal Teluk Lamong Dukung Target Net Zero Emission 2060 - Telusur

Kemenhub Apresiasi Terminal Teluk Lamong Dukung Target Net Zero Emission 2060

Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Teknologi dan Energi, Dr. Capt. Antoni Arif Priadi, M.Sc., saat melakukan kunjungan kerja ke Terminal Teluk Lamong, Kamis (27/8/2026). Foto: Istimewa.

telusur.co.id -PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus memperkuat penerapan konsep Green Port sebagai bagian dari transformasi operasional yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Teknologi dan Energi, Dr. Capt. Antoni Arif Priadi, M.Sc., saat melakukan kunjungan kerja ke Terminal Teluk Lamong, Kamis (27/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Antoni meninjau sejumlah penerapan teknologi dan pengelolaan lingkungan di lingkungan terminal, mulai dari elektrifikasi peralatan bongkar muat peti kemas, efisiensi energi, digitalisasi, hingga berbagai program pengelolaan lingkungan.

Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung implementasi konsep Green Port dalam mendukung program strategis Pemerintah Republik Indonesia menuju target Net Zero Emission (NZE) 2060.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah penerapan elektrifikasi pada peralatan bongkar muat peti kemas, baik di area dermaga maupun lapangan penumpukan. Pemanfaatan energi listrik tersebut menjadi strategi TTL untuk mengurangi penggunaan energi berbasis fosil sekaligus menekan jejak karbon dari kegiatan operasional.

Antoni juga mengapresiasi kolaborasi TTL dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pengayaan keanekaragaman hayati serta pemetaan biota laut di sekitar perairan terminal.

Menurut Antoni, pemanfaatan teknologi dan transisi menuju energi ramah lingkungan pada infrastruktur maupun suprastruktur terminal merupakan fondasi penting dalam mewujudkan operasional pelabuhan yang hijau dan berkelanjutan.

“Langkah TTL yang secara aktif menyelaraskan kegiatan operasional dengan kebijakan strategis Kementerian Perhubungan merupakan bagian penting dalam mendukung percepatan pencapaian target Net Zero Emission 2060. Pemanfaatan energi ramah lingkungan yang disertai kolaborasi riset ekosistem pesisir bersama BRIN menjadi bukti nyata komitmen TTL menuju Green Port yang modern dan berkelanjutan,” ujar Antoni.

Penerapan konsep Green Port di Terminal Teluk Lamong juga dilakukan melalui penyediaan fasilitas shore connection. Fasilitas tersebut menyediakan sumber listrik dari darat bagi kapal yang sedang bersandar di dermaga.

Dengan fasilitas tersebut, kapal dapat mengurangi penggunaan mesin bantu (auxiliary engine) selama berada di dermaga. Langkah ini berpotensi menekan emisi gas buang sekaligus mengurangi jejak karbon di lingkungan terminal.

Di sisi lain, TTL mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) secara mandiri. Air limbah domestik yang telah melalui proses pengolahan kemudian dimanfaatkan kembali untuk sejumlah kebutuhan, antara lain penyiraman tanaman.

TTL juga telah memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai salah satu sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) pada sejumlah fasilitas dan gedung di area terminal.

Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan KSOP Utama Tanjung Perak, Arizal Hendrawan, M.Sc., yang turut mendampingi kunjungan, mengatakan regulator mendukung pengembangan operasional pelabuhan yang aman, efisien, dan berwawasan lingkungan.

“KSOP Utama Tanjung Perak senantiasa mendukung pemanfaatan energi ramah lingkungan serta berbagai program inovasi dalam pelestarian lingkungan dan peningkatan kualitas operasional di Terminal Teluk Lamong,” tegas Arizal.

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong menegaskan transformasi menuju Green Port merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk membangun operasional terminal yang semakin efisien, modern, dan berkelanjutan.

“TTL terus mendorong pemanfaatan teknologi, elektrifikasi peralatan, penggunaan energi ramah lingkungan, serta penguatan pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari transformasi operasional perusahaan. Kami meyakini bahwa operational excellence dan keberlanjutan harus berjalan beriringan untuk mendukung pencapaian target Net Zero Emission 2060,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Senior Manajer Sistem Manajemen dan HSSE PT Terminal Teluk Lamong, Anang Januriandoko, turut memberikan pemaparan mengenai implementasi Green Port, elektrifikasi peralatan, efisiensi energi, serta program pengelolaan lingkungan yang telah diterapkan di TTL.

Pemanfaatan energi listrik pada peralatan bongkar muat peti kemas di area dermaga dan lapangan penumpukan menjadi salah satu strategi TTL dalam menekan carbon footprint kegiatan operasional. Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi secara berkelanjutan.

Berbagai upaya tersebut memperkuat penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) di Terminal Teluk Lamong. TTL menilai aspek keberlanjutan dan operational excellence dapat berjalan beriringan dalam membangun operasional terminal yang efisien, modern, sekaligus mendukung agenda penurunan emisi nasional menuju target Net Zero Emission 2060.


Tinggalkan Komentar