telusur.co.id - Kodim 0605 melalui Koramil 0507/Pabuaran bantu memperingan beban orang tua siswa dengan menyediakan fasilitas pembelajaran daring secara online, yaitu wifi/internet gratis, dengan tetap semua siswa-siswi harus mematuhi protokol kesehatan guna memutus mata rantai pandemi covid-19.
Banyak pekerja yang terpaksa dirumahkan atau bahkan di PHK akibat sepinya pesanan di tempat mereka bekerja. Lesunya perekonomian juga dirasakan oleh masyarakat ekonomi menengah ke bawah, sementara kebutuhan hidup terus melambung ditambah dengan biaya pembelian kuota untuk belajar akibat diterapkannya sistem pembelajaran secara online.
Kegiatan pembelajaran secara daring, dimana para pelajar belajar secara online, yang memakai jaringan wifi atau internet sangat membebankan orang tua murid, karena orang tua harus menyiapkan setidaknya Rp. 10.000 setiap pembelian kuota, itu pun kalau anaknya satu, tapi kalau yang sekolah 1 – 3 anak, orang tua bisa stres.
Hal ini dirasakan langsung oleh Dedi Suyadi salah seorang buruh tani di Desa Cihambulu Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Ia menceritakan bahwa dirinya kewalahan ketika dua anaknya yang masih duduk di bangku sekolah SD dan SMP minta beli kuota sedangkan dirinya belum mendapat uang.
"Ya, saya jujur yang lebih pusing lagi, kalu sudah buka tutorial-tutorial di Youtube itu, kuaotanya cepat habis. Kini Alhamdulillah keluhan masyarakat ini direspon TNI Kodim 0605 Subang, melalui Koramil masing-masing untuk menyiapkan wifi/internet gratis termasuk di Koramil 0507/ Pabuaran," kata Dedi Suyadi kepada wartawan, Rabu (02/09 /2020).
Kodim 0605 Subang melalui Koramil - Koramil yang ada di Subang termasuk Koramil 0507 /Pabuaran telah menyediakan wifi/internet gratis untuk para pelajar atau siswa - siswi sekolah dasar atau SD kelas V - VI, siswa - siswi SMP dan SMA di wilayah Kecamatan Pabuaran Kabupaten Subang Jawa Barat.
"Saya ucapkan terima kasih atas kepedulian Kodim 0605 Subang Koramil 0507/Pabuaran yang telah menyediakan wifi/ internet gratis. Anak-anak saya sangat senang dan juga membantu meringankan beban saya. Si kecil yang duduk di bangku kelas V SD belajar jam 08.00 Wib dan yang besar SMP belajar jam 10.00 Wib di Koramil 0507/Pabu aran”, imbuh Dedi.
Danramil 0507/ Pabuaran Kapten Aulia Fajar mengatakan pengelompokan belajar daring/sistem online setiap sesinya antara 4 - 6 orang siswa/i, syaratnya dengan tetap memakai aturan protokol kesehatan Covid 19, sebelumnya para pelajar atau siswa - siswi yang masuk ke Kkantor Koramil, selalu diberi arahan dahulu sekaligus sosialisasikan protokol Kesehatan dengan 3 M (mencuci tangan, memakai Mmasker dan menjaga jarak).
"Hal seperti ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua siswa - siswi/pelajar, selain itu juga kita sosialisasikan protokol kesehatan dengan 3 M, guna untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19," pungkas Danramil 0507/Pabua ran Kapten Aulia fajar. [ham]



