telusur.co.id - Sekitar 517.000 orang pengungsi telah terdaftar dalam platform bantuan pemerintah di Lebanon seiring berlanjutnya serangan militer Israel di berbagai wilayah negara tersebut.
Menteri Sosial Lebanon Haneen Sayed pada Minggu (8/3) mengatakan bahwa saat ini terdapat 117.228 orang yang tinggal di 538 tempat pengungsian resmi yang tersebar di seluruh Lebanon. Sementara itu, ratusan ribu lainnya tercatat mendaftar secara daring melalui platform bantuan pemerintah, yakni moza-relief.com, dari luar lokasi penampungan.
Sayed mengimbau para pengungsi yang belum mendaftarkan diri, baik yang berada di dalam maupun di luar tempat pengungsian, untuk segera melakukan pendaftaran melalui platform tersebut agar proses penyaluran bantuan dapat berjalan lebih efektif.
Terkait layanan kesehatan bagi para pengungsi, ia menjelaskan bahwa sebanyak 429 lokasi pengungsian telah terhubung langsung dengan pusat kesehatan yang dikelola oleh Kementerian Kesehatan Lebanon. Fasilitas tersebut menyediakan layanan medis dasar untuk membantu kebutuhan kesehatan para pengungsi.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah kelompok milisi Hizbullah meluncurkan serangan rudal dan drone ke wilayah Israel pada 2 Maret. Serangan tersebut disebut sebagai balasan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei serta serangan Israel sebelumnya terhadap wilayah Lebanon.
Sebagai respons, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran dan mengerahkan pasukan darat ke wilayah Lebanon. Eskalasi konflik tersebut secara signifikan memperburuk situasi keamanan dan memaksa ratusan ribu warga sipil meninggalkan rumah mereka. [ham]



