Macron Siap Aktifkan Instrumen Anti-Koersi UE Jika AS Terapkan Tarif Greenland - Telusur

Macron Siap Aktifkan Instrumen Anti-Koersi UE Jika AS Terapkan Tarif Greenland

Presiden Prancis Emmanuel Macron. foto ist

telusur.co.id - Presiden Prancis Emmanuel Macron dikabarkan siap mendorong Uni Eropa mengambil langkah tegas jika Amerika Serikat benar-benar memberlakukan ancaman tarif terhadap sejumlah negara Eropa. Macron disebut akan meminta pengaktifan Instrumen Anti-Koersi Uni Eropa, sebuah mekanisme yang memungkinkan UE membalas tekanan ekonomi dari negara ketiga secara terkoordinasi.

Radio Prancis RTL, mengutip sumber yang dekat dengan Macron pada Minggu, melaporkan bahwa langkah tersebut akan ditempuh apabila ancaman tarif dari Washington direalisasikan. Sikap ini menegaskan posisi Paris yang menolak keras kebijakan perdagangan AS yang dinilai bersifat koersif dan politis.

Sehari sebelumnya, Macron secara terbuka mengecam ancaman tarif tersebut, yang dikaitkan dengan isu Greenland. Ia menyebut langkah Amerika Serikat sebagai tindakan yang “tidak dapat diterima” dan menegaskan bahwa negara-negara Eropa tidak akan bereaksi secara terpisah.

“Eropa akan merespons sebagai satu kesatuan dan secara terkoordinasi,” tegas Macron, menandakan bahwa isu ini berpotensi memicu eskalasi ketegangan dagang antara kedua blok.

Ancaman tarif itu disampaikan langsung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu (17/1). Trump menyatakan AS akan mengenakan tarif sebesar 10 persen terhadap seluruh barang impor dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia. Kebijakan tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Februari.

Trump bahkan mengancam akan menaikkan tarif hingga 25 persen mulai 1 Juni mendatang. Tarif itu, menurut pernyataannya di media sosial, akan tetap diberlakukan sampai tercapai kesepakatan mengenai pembelian Greenland oleh Amerika Serikat.

Greenland sendiri merupakan pulau terbesar di dunia dan berstatus sebagai wilayah otonom dalam Kerajaan Denmark. Meski memiliki pemerintahan sendiri, kebijakan pertahanan dan luar negeri Greenland tetap berada di bawah kendali Kopenhagen.

Sejak kembali menjabat sebagai presiden pada 2025, Trump berulang kali menyuarakan keinginannya untuk “mendapatkan” Greenland, sebuah gagasan yang menuai penolakan luas dari Denmark maupun para pemimpin Eropa. Ancaman tarif terbaru ini pun dinilai sebagai bentuk tekanan politik sekaligus ekonomi terhadap Eropa, yang kini bersiap menyusun respons bersama melalui mekanisme Uni Eropa. [ham]


Tinggalkan Komentar