telusur.co.id -Pasangan ganda putri Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto, menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu duet terbaik dunia dengan merebut gelar juara Indonesia Open 2026. Pada partai final yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/6/2026), Yuki/Mayu sukses menundukkan unggulan pertama asal China, Liu Shengshu/Tan Ning, lewat pertarungan tiga gim dengan skor 21-15, 18-21, 21-18.
Sejak awal gim pertama, pasangan Negeri Sakura langsung tampil agresif. Yuki/Mayu membuka keunggulan 8-4 dan terus menjaga ritme permainan hingga menutup interval dengan keunggulan 11-7.
Selepas jeda, Liu/Tan sempat memberikan tekanan dan memangkas ketertinggalan menjadi 12-14. Namun pertahanan solid serta serangan efektif yang diperagakan Yuki/Mayu membuat pasangan Jepang kembali menjauh dan mengamankan gim pertama dengan skor 21-15.
Memasuki gim kedua, giliran pasangan China mengambil inisiatif serangan. Liu/Tan unggul 7-5 dan sempat memimpin 10-8 sebelum Yuki/Mayu membalikkan keadaan menjadi 11-10 saat interval.
Pertarungan berlangsung ketat selepas jeda. Kedua pasangan saling berbalas angka hingga Liu/Tan akhirnya berhasil memaksakan laga berlanjut ke gim penentuan setelah merebut gim kedua dengan skor 21-18.
Pada gim ketiga, pertandingan semakin sengit. Kedua pasangan sempat berbagi angka 6-6 sebelum Yuki/Mayu memimpin 11-9 saat interval.
Namun selepas jeda, konsentrasi pasangan Jepang sempat menurun. Liu/Tan memanfaatkan momentum untuk berbalik unggul 15-12. Dalam situasi tertekan, Yuki/Mayu menunjukkan ketenangan dan mental juara. Mereka mampu menyamakan kedudukan menjadi 16-16 dan kembali mendominasi pada poin-poin krusial.
Dengan pertahanan yang kokoh dan serangan yang lebih efektif, Yuki/Mayu akhirnya memastikan kemenangan 21-18 sekaligus mengunci gelar juara Indonesia Open 2026 di tengah gemuruh penonton Istora Senayan.
Mayu Matsumoto mengakui laga final tersebut menjadi ujian besar secara mental bagi mereka.
"Pertandingan benar-benar menguras emosi dan mental. Kami tidak mau kalah secara mental, dan saya rasa itulah kunci kemenangan kami hari ini," ujar Mayu.
Atmosfer Istora Senayan yang terkenal meriah juga meninggalkan kesan mendalam bagi Yuki Fukushima. Ia mengaku sangat menikmati dukungan yang diberikan para penonton Indonesia.
"Saat bertanding di Istora, terkadang suara shuttlecock sampai tidak terdengar karena sangat berisik. Tapi saya senang sekali karena banyak yang memanggil nama kami. Saat kami melakukan pukulan yang bagus, penonton bersorak. Meskipun kami melakukan kesalahan, mereka tetap memberikan dukungan. Bertanding di sini sangat menyenangkan," kata Yuki.
Mayu juga mengungkapkan perubahan strategi yang menjadi pembeda dibanding pertemuan-pertemuan sebelumnya melawan Liu Shengshu/Tan Ning.
"Kalau biasanya kami kalah, itu karena kami terlalu banyak bertahan. Meskipun mencoba menyerang, durasi bertahan kami terlalu lama sehingga ritmenya tidak bagus. Hari ini kami berusaha sebisa mungkin untuk terus maju ke depan dan menyerang," ungkapnya.
Strategi tersebut terbukti ampuh. Dengan permainan yang lebih agresif dan mental yang kuat, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto berhasil mengakhiri perlawanan sengit pasangan nomor satu dunia dan membawa pulang gelar bergengsi Indonesia Open 2026.



