telusur.co.id - Anggota DPRD Kota Depok, Abdul Khoir, menekankan pentingnya pemanfaatan Dana RW secara tepat sasaran dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Selasa (27/1/2026).
Dalam forum tersebut, Abdul Khoir menyampaikan bahwa Dana RW senilai Rp300 juta per RW harus benar-benar digunakan untuk kebutuhan paling mendesak sesuai dengan skala prioritas yang telah disepakati bersama.
"Dana Rp300 juta ini harapannya dimanfaatkan untuk yang paling urgent di wilayah RW masing-masing. Jangan sampai digunakan untuk hal-hal yang tidak penting, karena sudah ada aturan dan juklak-juknisnya,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Ia menjelaskan, dari total 16 item program yang dapat dipilih RW, terdapat sembilan program prioritas yang menjadi fokus utama.
Sementara program lainnya, lanjut Abdul Khoir, dapat disesuaikan dengan kebutuhan lokal, sepanjang tetap sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Kota Depok.
Selain Dana RW, Abdul Khoir juga menyoroti potensi pengembangan wisata di Kelurahan Jatijajar, khususnya kawasan Setu Jatijajar.
Menurut legislator PKB itu, Setu Jatijajar memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata baru yang terintegrasi dengan Terminal Jatijajar serta masjid yang telah dibangun oleh Pemkot Depok.
“Kalau ini terintegrasi, akan muncul ekonomi baru. Setu Jatijajar bisa menjadi destinasi wisata yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi warga dan pendapatan daerah,” tutur Abdul Khoir.
Tak hanya sektor pariwisata, Abdul Khoir juga mendorong penguatan infrastruktur pendukung, salah satunya dengan mengusulkan kembali pembangunan jalan tembus dari Terminal Jatijajar menuju pintu Tol Cimanggis.
Akses tersebut dinilai strategis untuk menunjang aktivitas ekonomi dan pengembangan wilayah di Kecamatan Tapos.
Selain itu, ia juga mendorong penyelesaian pengaspalan jalan lingkar Jatijajar yang saat ini baru terealisasi sebagian.
Lebih jauh, Abdul Khoir turut menyampaikan rencana pengajuan Detail Engineering Design (DED) pembangunan SMP Negeri 36 Jatijajar pada 2026, yang ditargetkan dapat dilanjutkan dengan pembangunan fisik pada 2027.
Sementara itu, Lurah Jatijajar R Herdandi Suherman, mengatakan bahwa seluruh usulan dari RW dalam Musrenbang telah diterima dan akan diteruskan ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Depok.
"Dengan adanya Dana RW Rp300 juta, pembangunan bisa dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan, seluruh RW di Kelurahan Jatijajar kini telah memahami mekanisme penggunaan Dana RW, sehingga pembangunan dapat dirasakan manfaatnya secara merata oleh masyarakat.
Laporan: Malik Sihite



