Optimalkan Ibadah Ramadan, Penderita Lambung Kini Lebih Mudah Konsultasi Lewat Aplikasi JKN - Telusur

Optimalkan Ibadah Ramadan, Penderita Lambung Kini Lebih Mudah Konsultasi Lewat Aplikasi JKN

Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) asal Kota Surabaya, Aziza Zahro (26). Foto: Istimewa.

telusur.co.id -Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan menjadi tantangan tersendiri bagi penderita gangguan lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Pasalnya, penderita penyakit ini harus ekstra disiplin dalam menjaga kondisi tubuh agar tetap optimal melalui pola makan dan konsumsi obat-obatan yang teratur.

Namun, hal tersebut tidak menjadi halangan bagi Aziza Zahro (26), seorang peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) asal Kota Surabaya, untuk tetap menunaikan kewajiban ibadahnya.

Aziza berbagi pengalaman mengenai pentingnya persiapan medis sebelum memasuki bulan suci.

“Meskipun saya mengidap penyakit GERD, itu tidak menghalangi saya untuk menunaikan ibadah puasa Ramadan. Untuk itu, saya rutin berkonsultasi kepada dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dengan memanfaatkan fitur Telehealth pada aplikasi Mobile JKN,” ungkapnya pada Jumat (20/02).

Fitur ini memberikan kemudahan bagi peserta untuk berinteraksi dengan tenaga medis tanpa harus hadir secara fisik di puskesmas atau klinik.

Sebelum dapat mengakses layanan Telehealth, peserta diwajibkan untuk melakukan skrining riwayat kesehatan terlebih dahulu. Aziza menjelaskan bahwa langkah ini sangat krusial untuk memetakan kondisi tubuh secara dini.

“Skrining riwayat kesehatan ini bermanfaat untuk mengidentifikasi faktor risiko sebelum munculnya gejala penyakit yang lebih serius. Data hasil skrining tersebut selanjutnya menjadi acuan bagi tenaga kesehatan di FKTP untuk memberikan penanganan yang tepat terhadap kesehatan saya,” jelasnya.

Layanan skrining tersebut dapat diakses dengan mudah melalui berbagai kanal, mulai dari aplikasi Mobile JKN, laman resmi webskrining.bpjs-kesehatan.go.id, hingga layanan PANDAWA (Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp) di nomor 0811-8165-165. Seluruh peserta JKN yang telah berusia di atas 15 tahun diimbau untuk melakukan pengisian skrining ini setidaknya satu kali dalam setahun.

Aziza menuturkan bahwa proses pengisiannya sangat praktis, hanya memakan waktu sekitar 5 hingga 10 menit tanpa perlu meninggalkan rumah. Ia menyarankan agar peserta mengisi data secara jujur, termasuk informasi berat dan tinggi badan, agar hasil yang didapat akurat.

Melalui hasil skrining tersebut, Aziza mengaku menjadi lebih waspada terhadap gaya hidupnya, terutama mengenai pola makan yang tidak seimbang serta kurangnya aktivitas fisik yang berisiko memperburuk kondisi lambungnya. Selain fokus pada aspek medis, ia juga mengingatkan pentingnya memastikan hak administratif sebagai peserta JKN tetap terpenuhi.

“Mengingat saya rutin memanfaatkan layanan JKN, saya juga tidak lupa untuk selalu mengecek status keaktifan kepesertaan. Jangan sampai saat butuh berobat baru sadar bahwa status kepesertaan saya tidak aktif, tentu akan menjadi kendala yang krusial,” tegasnya.

Pengecekan status tersebut ia lakukan secara mandiri melalui menu Info Peserta pada aplikasi Mobile JKN. Baginya, Program JKN telah memberikan perlindungan finansial yang nyata di tengah tantangan kesehatan yang ia hadapi. Aziza berharap BPJS Kesehatan terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan mempermudah akses bagi seluruh peserta.

“Saya berharap inovasi ini terus mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan sejak dini,” tutupnya.


Tinggalkan Komentar