telusur.co.id - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyambut baik jeda pertempuran antara Afghanistan dan Pakistan untuk menandai Hari Raya Idul Fitri, sekaligus berharap gencatan senjata itu dapat diperpanjang, kata Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq, Rabu (18/3/2026).
Jeda pertempuran diumumkan sebelumnya pada hari yang sama, mulai tengah malam, untuk menandai berakhirnya bulan suci Ramadan. “Itu sebuah perkembangan yang disambut baik,” ujar Haq dalam konferensi pers, menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan seruan Antonio Guterres agar terjadi de-eskalasi dan penghentian permusuhan segera, serta kepatuhan terhadap hukum internasional.
“Dan kami berharap agar penangguhan selama Idul Fitri dapat diperpanjang,” tegasnya.
Haq juga menyoroti serangan Pakistan pada Senin (16/3) terhadap pusat rehabilitasi narkoba di Kabul, yang menurut PBB sangat disayangkan. Sebelumnya, Pakistan melancarkan serangan udara di Provinsi Nangarhar dan Paktika yang menewaskan dan melukai puluhan warga sipil, sementara Afghanistan membalas dengan operasi militer di sepanjang Garis Durand. Pakistan kemudian meluncurkan Operasi Ghazab lil Haq sebagai respons terhadap tindakan Afghanistan di perbatasan.
PBB berharap jeda pertempuran ini dapat menjadi momentum untuk meredakan ketegangan di perbatasan Afghanistan-Pakistan, memberikan kesempatan bagi masyarakat kedua negara merayakan Idul Fitri dengan aman, dan menekankan pentingnya dialog serta penyelesaian konflik secara damai. [ham]



