Perbanas Institute Wisuda 951 Lulusan, Mendiktisaintek Ingatkan Integritas di Era Jalan Pintas - Telusur

Perbanas Institute Wisuda 951 Lulusan, Mendiktisaintek Ingatkan Integritas di Era Jalan Pintas


telusur.co.id - Perbanas Institute mengukuhkan 951 lulusan dalam Wisuda Tahun 2026 di Plenary Hall Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Rabu (8/9).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto yang memberikan orasi ilmiah mengingatkan para lulusan agar kemampuan berinovasi tetap dibarengi integritas di tengah perubahan dunia kerja dan perkembangan teknologi.

“Kita membutuhkan generasi yang cukup kreatif untuk menghadapi perubahan, cukup adaptif untuk menghadapi ketidakpastian, berani untuk mencoba sesuatu yang baru, tetapi juga cukup berintegritas dan mengetahui mana yang benar ketika dunia menawarkan begitu banyak jalan pintas,” kata Brian.

Wisuda tahun ini mengusung tema “Integrity-Driven Innovation: Reimagining Business, Finance, and Digital Transformation for Sustainable Development.”

Rektor Perbanas Institute Hermanto Siregar mengatakan, lulusan dituntut semakin adaptif terhadap perubahan, termasuk melalui penguasaan teknologi informasi dan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

“Lulusan yang wisuda hari ini adalah lulusan yang adaptif terhadap goncangan, sebab sudah lebih intens dalam penggunaan teknologi informasi serta memperoleh muatan pembelajaran atau kurikulum yang semakin ditingkatkan relevansinya sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” ujar Hermanto.

Dari 951 wisudawan, sebanyak 111 orang berasal dari Magister Manajemen dan 54 orang dari Magister Akuntansi.

Pada jenjang sarjana, Perbanas Institute meluluskan 353 lulusan Akuntansi, 295 Manajemen, 20 Ekonomi Syariah, 65 Sistem Informasi, dan 25 Teknik Informatika.

Selain itu, terdapat tiga lulusan Program Profesi Akuntansi, 11 lulusan D3 Akuntansi, serta 14 lulusan D3 Keuangan dan Perbankan.

Kepala LLDikti Wilayah III Jakarta Henri Togar Hasiholan Tambunan mengatakan, perguruan tinggi juga dituntut menghasilkan riset yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Inovasi dan riset tidak boleh sekadar berhenti menjadi tumpukan kertas publikasi. Riset harus bergerak menjadi prototipe, produk, dan solusi masyarakat,” kata Henri.

Ia menegaskan, kampus harus melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki integritas dan keberanian mengambil tanggung jawab bagi kemajuan Indonesia.


Tinggalkan Komentar