telusur.co.id - Pagelaran Jatim Fest 2026 membawa strategi baru untuk memperluas jangkauan pengunjung dengan menyasar kalangan anak muda dan komunitas. Selain dalam rangkaian perayaan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, ajang yang digelar di Grand City Surabaya pada 30 September hingga 4 Oktober 2026 itu juga memperkenalkan sejumlah program yang lebih dekat dengan generasi milenial.
Project Officer Jatim Fest 2026, Dwi Wisnu Prastowo menjelaskan, perubahan sasaran tersebut menjadi salah satu pembaruan dalam penyelenggaraan Jatim Fest tahun ini. Jika sebelumnya kegiatan lebih banyak menyasar aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja, kini panitia memperluas target hingga kelompok usia yang lebih muda serta komunitas.
“Kalau tahun-tahun lalu memang kita targetnya masih yang ASN dan pekerja dan lain-lain. Untuk tahun ini kita lebih maju lagi umurnya, kita serang generasi yang lebih muda lagi, kita serang komunitas-komunitas yang sudah ada,” urai Wisnu, sapaan akrabnya pada Technical Meeting (TM) Jatim Fest 2026 di Jade Hall, Lt. 2 Legacy Ballroom, Surabaya. Kamis, (10/9/2026) siang.
Menurutnya, upaya mendekati kelompok tersebut telah dilakukan sejak sebelum gelaran berlangsung. Tim Jatim Fest melakukan promosi secara langsung ke sejumlah titik yang banyak menjadi tempat berkumpul anak muda, mulai dari kafe, kawasan Jalan Tunjungan hingga Taman Bungkul.
Strategi tersebut kemudian diteruskan melalui sejumlah agenda yang disiapkan selama pelaksanaan Jatim Fest. Salah satunya lomba poster tingkat Jawa Timur yang ditujukan bagi pelajar SMP.
“Jatim Fest 2026 juga menghadirkan edukasi mengenai inklusi keuangan dengan cakupan peserta yang lebih luas, mulai dari pelajar SMP dan SMA hingga masyarakat dari kelompok usia yang lebih tua,” ungkap Project Manager di PT. Debindo Mitra Tama ini.
Selain edukasi, penyelenggaraan tahun ini turut diarahkan untuk memperkuat kebiasaan masyarakat menggunakan transaksi pembayaran digital melalui QRIS. Panitia akan mendorong seluruh stan yang berpartisipasi agar menyediakan QRIS, baik yang terhubung dengan Bank Jatim maupun bank lainnya.
“Jadi, untuk QRIS, mulai tahun ini kita harapan itu bisa berjalan untuk semua stan. Nanti mereka menyiapkan QRIS-nya,” imbuh alumnus S1 Hubungan Internasional Universitas Brawijaya (UB) ini.
Dorongan terhadap penggunaan QRIS tersebut sekaligus menjadi bagian dari evaluasi penyelenggaraan Jatim Fest tahun sebelumnya. Wisnu menyebut tingkat pemanfaatan QRIS pada gelaran tahun lalu masih berada di kisaran 20 persen.
“Panitia menyiapkan stimulus bagi pengunjung agar penggunaan transaksi digital semakin meningkat. Salah satunya melalui voucher undian yang diberikan kepada pengunjung yang melakukan pembayaran menggunakan QRIS,” ungkapnya.
Persyaratan untuk memperoleh voucher undian, lanjut Wisnu, juga akan dibuat lebih mudah dibandingkan sebelumnya. Kebijakan itu diharapkan dapat mendorong lebih banyak pengunjung memilih QRIS sebagai metode pembayaran selama Jatim Fest 2026 berlangsung.
“Makanya didukung, kami dukung dengan apabila penggunaan pembayaran melalui QRIS nanti untuk voucher undiannya kita turunkan syaratnya biar lebih mudah didapatkan,” tutupnya. (ari)



