telusur.co.id - Presidium Pusat Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (MA IPNU) menggelar Halal bi Halal yang bertajuk "Meneguhkan Ukhuwah, Menyatukan Langkah", pada Ahad (12/4/2026), di Hotel Acacia, Jakarta Pusat.
Momentum Halal bi Halal ini dihadiri sejumlah tokoh nasional yang turut menjadi bagian dari Pengurus Majelis Alumni IPNU. Terlihat hadir diantaranya Wakil Presiden RI periode 2019-2024 KH. Ma'ruf Amin, Menteri Sosial RI H. Saifullah Yusuf, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa Muhammad Asrorun Ni'am Sholeh, Wakil Ketua BAZNAS RI 2026-2031 Zainut Tauhid Sa'adi serta Komisioner BAZNAS RI 2026-2031 Idy Muzayyad.
"Hakikat halal bi halal adalah mempertautkan hati untuk terus merekatkan tali silaturahim dan juga tali persaudaraan," ujar Asrorun Niam Sholeh selaku Ketua Umum PP Majelis Alumni IPNU periode 2025-2030.
Ia menambahkan bahwa tradisi baik ini mesti dilestarikan meskipun dalam nuansa yang sederhana.
"Untuk itu, dalam momentum Syawal ini, saya secara pribadi dan juga mewakili Pengurus Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama mengucapkan selamat Idul Fitri 1447 Hijriyah," tambahnya.
Di kesempatan yang sama, Kyai Ma'ruf Amin dalam sambutannya menegaskan bahwa pentingnya tema yang diangkat pada momentum halal bi halal ini sebagai bahan refleksi baik untuk personal maupun secara organisasi atau kelembagaan.
"Secara personal, supaya masing-masing kita kembali kepada fitrahnya, kepada kesuciannya seperti kita dilahirkan oleh Ibu kita, artinya tanpa kesalahan, tanpa noda," terangnya.
Dari sisi keorganisasian, momentum halal bi halal ini merupakan jalan untuk saling memaafkan dan merajut kembali ukhuwah antar sesama manusia yang sebelumnya pernah ternoda oleh kesalahan dan kekhilafan yang diperbuat.
"Nah inilah yang kita selesaikan untuk saling memperbaiki secara pribadi juga kita manusia mengembalikan posisi kita kepada manusia sebagai Khalifatullah fil ardh," ujarnya.
Lebih lanjut Ma'ruf menjelaskan bahwa tugas manusia sebagai Khalifatullah fil ardh dalam rangka beribadah kepada Sang Pencipta serta memakmurkan bumi.
"Allah mengatakan Dia lah yang menjadikan kamu dari tanah dan meminta kamu, yaitu tanggung jawab untuk memakmurkan bumi. Sebab memakmurkan bumi merupakan bagian daripada tugas khalifah," jelasnya.
Ia pun mengingatkan kepada yang hadir agar istiqomah dalam menjaga segala hal baik yang telah dianugerahkan Allah kepada hambanya untuk tetap dalam kebaikannya dan tidak melakukan tindakan yang merusak. Tak berhenti disitu Ma'ruf turut berpesan agar sesuatu yang baik tersebut mesti ditambah agar menjadi lebih baik lagi.
"Artinya menjaga yang ada jangan sampai kita merusak. Kemudian menambah kebaikannya dengan melakukan transformasi dan melakukan inovasi," pungkasnya.



