Puluhan Aktivis Gelar Aksi di Depan Kemendagri, Minta Sekda Musi Banyuasin Dicopot - Telusur

Puluhan Aktivis Gelar Aksi di Depan Kemendagri, Minta Sekda Musi Banyuasin Dicopot

Puluhan aktivis Sumatera Selatan (Sumsel)-Jakarta Bersatu melakukan aksi demonstrasi di depan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Istana Negara pada Rabu (22/5/24). (Ist).

telusur.co.id - Puluhan aktivis Sumatera Selatan (Sumsel)-Jakarta Bersatu melakukan aksi demonstrasi di depan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Istana Negara pada Rabu (22/5/24). Mereka mendesak Mendagri untuk mencopot Sekda Kabupaten Musi Banyuasin Apriyadi Mahmud karena diduga melakukan perbuatan tidak terhormat. 

Dalam keterangannya, koordinator aksi menyampaikan, rekaman video Apriyadi berduaan dengan wanita dalam hotel merupakan bukti yang sangat jelas dan telah tersebar di masyarakat sehingga pembingcangan publik perlu adanya tindakan tegas dari pemerintah.

“Video Apriyadi sudah viral di mana-mana tapi Mendagri seperti tutup mata, tak ada tindakan yang tegas,” kata Nopri.

Nopri menuturkan, sebenarnya Kemendari sudah menerima laporan soal video Apriyadi yang dilengkapi dengan bukti rekaman video tersebut. “Laporan dan videonya sudah masuk ke Kemendagri,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Nopri mengaku kecewa karena Mendagri tidak segera memberikan sanksi kepada Apriyadi. Karena itu, kata Nopri, alasan aksi juga ke Istana agar Presiden Jokowi memberikan atensi khusus.

“Presiden harus turun tangan agar Apriyadi sebagai ASN yang sekarang menjabat Sekda dicopot karena sudah mencoreng profesi ASN,” tuturnya.

Bahkan Nopri menuding Mendagri kalah tegas dengan Kemenhub yang langsung mencopot oknum pegawainya yang mengajak youtuber asal Korsel ke hotel. Sedangkan Apriyadi jelas-jelas berduaan dengan wanita yang bukan istrinya dalam hotel tidak ditindak. 

“Ada kasus yang cuma mengajak youtuber ke hotel langsung dipecat, sedangkan Apriyadi yang memang sudah di dalam hotel berduaan dengan perempuan dibiarkan oleh Mendagri,” ungkapnya kesal.

Perbuatan melanggar kode etik ASN yang diduga dilakukan oleh Apriyadi, menurut Nopri, tidak bisa ditoleransi sehingga perlu adanya sanksi tegas berupa pencopotan.

“Ini soal etik, prilaku bejat yang dilakukan Apriyadi tidak bisa ditoleransi lagi, harus ditindak sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Terakhir, Nopri memastikan akan terus mengkosolidasikan kekuatan untuk melakukan aksi demonstrasi apabila Apriyadi tidak segera dicopot.

“Pokoknya tidak ada kata akhir, aksi akan terus berlanjut sampai Apriyadi dicopot,” tandasnya. [Tp]


Tinggalkan Komentar