telusur.co.id - Sejumlah ledakan mengguncang Kota Ahvaz, Iran barat daya, setelah serangan yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat pada Rabu malam waktu setempat. Salah satu titik yang terdampak dilaporkan berada di sekitar Rumah Sakit Baqaei, fasilitas kesehatan yang merawat pasien kanker, termasuk anak-anak yang tengah menjalani kemoterapi.
Menurut laporan Kantor Berita Fars, beberapa proyektil menghantam area di sekitar rumah sakit tersebut, memicu kepanikan di kalangan pasien, keluarga, dan tenaga medis.
Petugas kesehatan bersama keluarga pasien segera melakukan evakuasi untuk memindahkan pasien ke lokasi yang lebih aman. Sejumlah pasien dijadwalkan dipindahkan ke rumah sakit lain sambil menunggu penilaian lebih lanjut terhadap kondisi fasilitas tersebut.
Universitas Ilmu Kedokteran Ahvaz menyatakan bahwa Rumah Sakit Baqaei untuk sementara dinonaktifkan guna menjamin keselamatan pasien dan staf menyusul ledakan yang terjadi di kawasan sekitarnya.
Selain Ahvaz, ledakan juga dilaporkan terdengar di sejumlah wilayah lain di Iran selatan. Warga Kota Chabahar di Provinsi Sistan dan Baluchestan mengaku mendengar beberapa dentuman keras pada malam yang sama.
Di Provinsi Hormozgan, sebuah lokasi di dekat Bandar Abbas dilaporkan menjadi sasaran serangan sekitar pukul 22.45 waktu setempat. Ledakan juga terdengar di wilayah Sirik dan Pulau Qeshm.
Kantor Gubernur Hormozgan menyebut sebuah lokasi di dekat Sirik diserang sekitar pukul 00.55 dini hari, sementara beberapa lokasi di sekitar Qeshm dihantam proyektil dua menit kemudian.
Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di kawasan Asia Barat, mengumumkan dimulainya gelombang operasi militer baru terhadap Iran.
Menurut narasi yang disampaikan pihak Iran, aksi tersebut merupakan kelanjutan dari serangkaian pelanggaran wilayah yang disebut telah berlangsung sejak 7 April, ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata sepihak dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Teheran juga menilai serangan itu bertentangan dengan nota kesepahaman yang ditandatangani Iran dan Amerika Serikat melalui mediasi Pakistan pada bulan sebelumnya, yang menurut Iran mewajibkan penghentian seluruh bentuk agresi.
Selain itu, Iran menuduh Washington berupaya mengawal kapal-kapal yang tidak mengikuti jalur pelayaran yang telah ditetapkan Republik Islam di Selat Hormuz. Teheran menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Iran akan terus memberikan respons terhadap setiap pelanggaran yang dianggap mengancam kedaulatan dan keamanan negaranya.



