Shin Tae-yong Usung Filosofi Permainan Menyerang di Persija, Pemain Muda Tetap Jadi Andalan - Telusur

Shin Tae-yong Usung Filosofi Permainan Menyerang di Persija, Pemain Muda Tetap Jadi Andalan

Pelatih baru Persija, Shin Tae-yong (kiri) pada konferensi pers perkenalan di Jakarta International Stadium (JIS), Senin (8/6). Foto: Telusur.co.id/Risyad.

telusur.co.id -Pelatih baru Persija Jakarta, Shin Tae-yong, memberikan gambaran mengenai filosofi permainan yang akan diterapkannya bersama Macan Kemayoran pada konferensi pers perkenalan yang berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS), Selasa (9/6).

Mantan pelatih Timnas Indonesia itu menegaskan bahwa gaya bermain yang selama ini terlihat saat menangani skuad Garuda tidak sepenuhnya mencerminkan filosofi sepak bola yang sebenarnya ia sukai.

"Saya adalah seseorang yang secara alami lebih menyukai gaya sepak bola agresif, dan filosofi sepak bola saya adalah menyerang," tegas Shin Tae-yong kepada awak media.

Selama menangani Timnas Indonesia, Shin mengakui dirinya harus menyesuaikan pendekatan permainan dengan kualitas lawan yang dihadapi. Menurutnya, Indonesia kerap berhadapan dengan tim-tim yang secara kualitas berada di atas sehingga strategi yang digunakan lebih pragmatis.

"Namun, ketika saya bersama tim nasional Indonesia, kami selalu bermain melawan tim yang lebih kuat, jadi saya menerapkan taktik defensif dan menggunakan strategi yang sering melibatkan serangan balik," jelasnya.

Karena itu, Shin memberi sinyal bahwa Persija akan menampilkan wajah berbeda dibandingkan Timnas Indonesia pada masanya. Dengan dukungan manajemen dan kualitas skuad yang kompetitif di Super League, ia optimistis dapat menerapkan permainan yang lebih agresif.

"Di liga nanti, saya percaya bahwa jika kita berkonsultasi dengan CEO, Manager, dan pemilik klub untuk mendatangkan pemain-pemain bagus, kita kemungkinan besar akan mampu memainkan gaya sepak bola yang jauh lebih kuat, lebih cepat, dan lebih menyerang," tutur pelatih asal Korea Selatan tersebut.

Shin Tae-yong sempat membocorkan bahwa Persija telah mengamankan jasa Pemain Terbaik (MVP) Super League 2025/2026 Mariano Peralta yang sebelumnya bermain di Borneo FC.

Selain membahas filosofi permainan, Shin juga menyoroti pentingnya peran pemain muda dalam pembangunan sepak bola Indonesia. Ia menilai Jakarta maupun Indonesia memiliki banyak talenta muda yang harus diberikan kesempatan bermain secara konsisten.

"Mengenai pertanyaan pertama, para pemain muda di Jakarta memiliki banyak energi, dan untuk masa depan sepak bola Indonesia, saya percaya kita harus memanfaatkan para pemain muda ini secara maksimal dalam pertandingan," ungkap pria asal Korea Selatan tersebut.

Pelatih berusia 55 tahun itu menegaskan bahwa perkembangan pemain muda tidak akan terjadi tanpa menit bermain yang cukup. Oleh sebab itu, ia berkomitmen untuk terus memberikan ruang bagi pemain muda yang layak mendapatkan kesempatan.

"Tentu saja, ini mungkin berbeda tergantung pada situasinya, tetapi saya selalu percaya bahwa pemain muda Indonesia harus berkembang dengan bermain dalam pertandingan; hanya dengan begitu sepak bola Indonesia akan berkembang," ujar Shin.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal positif bagi para pemain muda Persija yang berpotensi mendapatkan peran lebih besar pada musim mendatang. Di bawah kepemimpinan Shin Tae-yong, Persija tidak hanya diharapkan tampil lebih kompetitif, tetapi juga menjadi wadah pengembangan talenta muda Indonesia menuju level yang lebih tinggi.

Shin Tae-yong diplot Macan Kemayoran untuk kembali membawa kejayaan yang cukup lama tidak singgah di Jakarta. Persija diyakini bakal menjelma sebagai salah satu kandidat juara untuk mendobrak hegemoni juara dari sang rival Persib Bandung. 


Tinggalkan Komentar