telusur.co.id - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Siti Qomariyah menilai keberadaan majelis taklim, kelompok pengajian, tokoh agama, serta para penggerak kegiatan keagamaan memiliki peran penting dalam membangun karakter dan memperkuat kepedulian sosial masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Siti Qomariyah saat melaksanakan kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan bertema “Bidang Sosial, Keagamaan, dan Fasilitas Kemasyarakatan” di Kampung Garon Tengah RT 006/003, Desa Setialaksana, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jumat (21/8/2026).
Menurut Siti, kehidupan keagamaan yang aktif menjadi salah satu kekuatan sosial masyarakat. Kegiatan pengajian dan majelis taklim tidak hanya menjadi ruang untuk memperdalam pemahaman keagamaan, tetapi juga dapat mempererat hubungan antarwarga serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Kehidupan keagamaan memiliki peran penting dalam membangun karakter masyarakat. Di dalamnya ada nilai kebersamaan, kepedulian, dan semangat untuk saling membantu yang perlu terus kita jaga,” ujar Siti Qomariyah.
Ia mengapresiasi keterlibatan para alim ulama, tokoh masyarakat, dan warga dalam berbagai kegiatan sosial-keagamaan di lingkungan Desa Setialaksana. Menurutnya, kekuatan tersebut menjadi modal sosial yang penting dalam menjaga kerukunan masyarakat.
Siti juga menilai para guru ngaji, marbot, pengelola majelis taklim, serta penggerak kegiatan keagamaan memiliki kontribusi yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Mereka hadir di tengah warga dan turut menjadi bagian dari proses pembinaan moral, khususnya bagi generasi muda.
Karena itu, menurut Siti, perhatian terhadap lembaga dan penggerak kegiatan keagamaan perlu berjalan beriringan dengan penguatan fasilitas kemasyarakatan. Lingkungan yang mendukung akan membuat kegiatan sosial dan keagamaan dapat berlangsung dengan lebih nyaman dan berkelanjutan.
“Kita perlu menjaga ruang-ruang yang membuat masyarakat bisa bertemu, belajar, dan saling menguatkan. Majelis taklim dan kegiatan keagamaan adalah salah satu ruang penting untuk itu,” katanya.
Siti berharap semangat kebersamaan dan kerukunan yang telah terbangun di tengah masyarakat Cabangbungin dapat terus dipelihara. Menurutnya, pembangunan karakter masyarakat membutuhkan proses yang berkelanjutan dan keterlibatan berbagai unsur, termasuk keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pemerintah.
Ia juga mendorong agar kegiatan keagamaan dapat terus menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk belajar, bersosialisasi, dan membangun kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui kegiatan pengawasan tersebut, Siti menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam mendukung kehidupan sosial dan keagamaan sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang harmonis, berkarakter, dan saling peduli. (VC)



