telusur.co.id -Somerset Berlian Jakarta memperkuat komitmennya terhadap penerapan gaya hidup berkelanjutan (sustainable living) melalui kerja sama dengan TUKR, perusahaan pengelola minyak jelantah (used cooking oil/UCO) yang mengolah limbah minyak menjadi bahan bakar ramah lingkungan (biofuel).
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program bertajuk MENYALA (Mengelola Minyak Jelantah) yang mengajak seluruh staf dan tamu hotel untuk berpartisipasi dalam pengelolaan limbah minyak goreng bekas secara bertanggung jawab.
Dalam program ini, peserta akan memperoleh jeriken berkapasitas satu liter yang dapat diisi minyak jelantah. Setiap liter minyak yang terkumpul akan dihargai sebesar Rp8.000.
Melalui inisiatif tersebut, Somerset Berlian Jakarta mendorong masyarakat untuk tidak lagi membuang minyak jelantah sebagai limbah. Sebaliknya, minyak bekas pakai diharapkan dapat dikumpulkan dan didaur ulang menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya hotel dalam mengurangi jejak lingkungan dari aktivitas operasional sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan limbah secara tepat. Dengan melibatkan seluruh staf, Somerset Berlian Jakarta berharap dapat membangun budaya peduli lingkungan yang memberikan manfaat jangka panjang.
"Sebagai properti yang mengedepankan prinsip keberlanjutan, kami percaya bahwa langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan. Melalui kerja sama dengan TUKR, kami ingin meningkatkan kesadaran seluruh staf dan tamu bahwa minyak jelantah bukan sekadar limbah, melainkan sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali," ujar General Manager Somerset Berlian Jakarta, Handrian Wijaya.
Melalui program MENYALA, Somerset Berlian Jakarta menegaskan komitmennya dalam menerapkan praktik bisnis yang bertanggung jawab sekaligus mengajak lebih banyak pihak untuk berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.



