telusur.co.id - Tangis di babak Regional Puncak Raya berubah menjadi selebrasi di Karawang. SSB Bedenk Junior U-10 menuntaskan perjuangan mereka dengan merebut Juara Ketiga Liga Jabar Istimewa Grassroots 2026 Piala Presiden usai menang dramatis 4-3 atas Porsat FC di Lapangan Yonif 305 Tengkorak Karawang pada Minggu 28/6/2026.
Hasil tersebut bukan sekadar membawa pulang trofi. Bedenk Junior U-10 juga mencatatkan diri sebagai satu-satunya wakil Kota Depok yang mampu menembus putaran tingkat Provinsi Jawa Barat, sekaligus membuktikan bahwa kegagalan bukan akhir dari sebuah perjalanan.
Perjalanan menuju podium nyaris berakhir lebih cepat. Pada Regional Puncak Raya, Bedenk Junior U-10 harus mengubur impian setelah kalah dramatis 2-4 dari Porsat FC pada babak delapan besar.
Kekalahan itu meninggalkan luka mendalam bagi para pemain muda yang menangis karena merasa kesempatan mereka telah sirna. "Kami sempat unggul, disamakan, unggul lagi, lalu disamakan kembali hingga akhirnya kalah 2-4. Anak-anak menangis semua karena mengira perjalanan sudah selesai," ujar Manajer Bedenk Junior, Mufti Marga Santoso kepada telusur, Senin (29/6/2026).
Harapan kemudian datang dari babak playoff yang diinformasikan oleh panitia untuk memperebutkan dua tiket terakhir menuju Karawang. Kesempatan itu tidak disia-siakan. Bedenk Junior bangkit dan menundukkan Bogor City dengan skor 2-0 untuk memastikan langkah ke putaran berikutnya.
Menurut Mufti, pekerjaan terbesar manajer dan pelatih saat itu bukan menyusun strategi, melainkan mengembalikan kepercayaan diri para pemain yang sempat kehilangan semangat. Seluruh tim terus diyakinkan bahwa kesempatan kedua harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
Di Karawang, takdir kembali mempertemukan Bedenk Junior dengan Porsat FC pada laga perebutan tempat ketiga. Lawan yang sama, luka yang sama, namun dengan tekad yang berbeda. Tekanan sempat kembali menghantui ketika Bedenk Junior tertinggal tiga gol pada babak pertama. Namun dukungan penuh dari orang tua pemain, PSSI Kota Depok, dan KONI Kota Depok menjadi suntikan moral yang membuat para pemain bangkit.
"Kepada anak-anak saya sampaikan kalau mereka membawa nama Kota Depok. Mereka mendapat dukungan penuh dari PSSI dan KONI. Saya hanya meminta mereka bermain tanpa menyerah dan membuktikan bahwa mereka layak berada di sini," kata Mufti.
Ucapan tersebut menjadi titik balik. Perlahan tetapi pasti, Bedenk Junior memangkas ketertinggalan hingga menyamakan skor menjadi 3-3 menjelang pertandingan berakhir. Momentum itu berlanjut pada babak tambahan waktu saat gol kemenangan akhirnya tercipta dan memastikan kemenangan dramatis 4-3.
Comeback tersebut menjadi penutup sempurna perjalanan penuh lika-liku yang dijalani skuad muda asal Kota Depok. "Alhamdulillah, anak-anak berhasil membuktikan kalau mereka tidak pernah menyerah. Semoga ini menjadi awal bagi mereka untuk terus berkembang, berprestasi, dan suatu saat nanti mampu membawa nama Kota Depok ke level yang lebih tinggi. Atas pencapaian ini Bedenk Junior bisa mensejajarkan diri dengan banyak Sekolah Sepak Bola (SSB), dan menjadi SSB terbaik ketiga di Provinsi Jawa Barat." tutur Mufti.
Sementara itu, Pelatih Kepala Bedenk Junior, Muhammad Yusron, mengakui aspek mental menjadi tantangan terbesar setelah tim gagal melangkah ke semifinal.
Namun dukungan seluruh elemen tim membuat para pemain mampu bangkit dan menampilkan performa terbaik pada pertandingan terakhir. "Berkat dukungan seluruh tim dan orang tua, para pemain mampu bangkit dan menunjukkan permainan terbaiknya pada laga perebutan tempat ketiga," ucap dia.
Sementara itu, Kapten tim Bedenk Junior U-10, Bagus Elvito, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya setelah sukses mempersembahkan prestasi bagi Kota Depok.
Pemain yang mulai mengenal sepak bola sejak usia enam tahun itu berharap pencapaian ini menjadi langkah awal untuk mengukir prestasi yang lebih tinggi di masa depan. "Semoga kami bisa terus menang dan membawa nama Bedenk Junior serta Kota Depok ke level yang lebih tinggi," ungkap Bagus.
Laporan: Malik Sihite



