telusur.co.id - Tim nasional Paraguay menciptakan salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Jerman lewat drama adu penalti 4-3 usai bermain imbang 1-1 selama 120 menit pada babak 32 besar di Stadion Gillette, Foxborough, Massachusetts, Amerika Serikat, Selasa WIB.
Kemenangan bersejarah ini mengantarkan Paraguay melangkah ke babak 16 besar untuk menghadapi pemenang duel Prancis kontra Swedia yang akan berlangsung sehari kemudian. Sebaliknya, Jerman kembali harus menelan kenyataan pahit dengan tersingkir lebih awal untuk ketiga kalinya secara beruntun di ajang Piala Dunia.
Paraguay lebih dulu mengejutkan Die Mannschaft lewat gol Julio Enciso pada menit ke-42 sebelum Jerman membalas melalui sundulan Kai Havertz sembilan menit setelah turun minum.
Meski Jerman mendominasi penguasaan bola dan menciptakan lebih banyak peluang, mereka gagal menemukan gol kemenangan hingga waktu normal maupun babak tambahan berakhir.
Ironisnya, Havertz yang sempat menghidupkan asa Jerman justru menjadi salah satu pemain yang gagal menjalankan tugasnya dalam adu penalti. Selain Havertz, Nick Woltemade dan Jonathan Tah juga gagal menaklukkan kiper Paraguay Orlando Gill dari titik putih.
Sementara di kubu Paraguay, hanya Antonio Sanabria dan Fabian Balbuena yang gagal mencetak gol sebelum Jose Canale tampil sebagai pahlawan dengan penalti penentu kemenangan.
Sejak awal laga, Paraguay memilih bermain disiplin dan menunggu kesempatan melakukan serangan balik. Strategi tersebut membuahkan hasil tiga menit sebelum turun minum melalui skema bola mati.
Sepak pojok Miguel Almiron sempat ditepis Manuel Neuer, tetapi Paraguay berhasil memenangkan bola kedua. Damian Bobadilla kemudian mengalirkan bola kepada Matias Galarza yang mengirim umpan silang akurat ke dalam kotak penalti.
Julio Enciso yang berdiri bebas sukses menyambut bola dengan sundulan tajam untuk membawa Paraguay unggul 1-0 dan membuat para pendukung Jerman terdiam.
Jerman merespons cepat pada babak kedua. Pada menit ke-54, Kai Havertz berhasil menyamakan kedudukan melalui sundulan setelah memanfaatkan umpan matang Florian Wirtz.
Die Mannschaft terus menggempur pertahanan Paraguay dan hampir berbalik unggul pada menit ke-77. Namun, Orlando Gill tampil gemilang dengan menggagalkan sundulan Havertz yang mengarah ke pojok gawang.
Drama kembali terjadi pada babak tambahan ketika Jonathan Tah sempat membobol gawang Paraguay pada menit ke-102. Namun, setelah meninjau tayangan VAR, wasit menganulir gol tersebut karena Waldemar Anton dinilai melakukan pelanggaran terhadap Gill dalam proses terciptanya gol.
Skor 1-1 bertahan hingga 120 menit usai sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Ketegangan langsung menyelimuti kubu Jerman ketika Kai Havertz yang menjadi penendang pertama gagal menjalankan tugasnya. Paraguay memanfaatkan momentum tersebut dengan sukses mencetak tiga penalti pertama dan unggul 3-2.
Jerman sempat melihat harapan kembali menyala ketika Manuel Neuer menggagalkan eksekusi Antonio Sanabria dan Nadiem Amiri berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3.
Neuer bahkan kembali menjadi penyelamat dengan menepis penalti Fabian Balbuena, memberikan kesempatan bagi Jerman untuk berbalik unggul untuk pertama kalinya dalam adu penalti.
Namun, kesempatan emas itu justru terbuang setelah Jonathan Tah gagal menaklukkan Orlando Gill.
Jose Canale yang maju sebagai penendang berikutnya tidak menyia-nyiakan peluang. Dengan tenang ia mengirim bola melewati jangkauan Neuer untuk memastikan kemenangan Paraguay 4-3 dalam adu penalti sekaligus mengukir salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.
Paraguay pun melangkah ke babak 16 besar dengan penuh percaya diri, sementara Jerman kembali harus pulang lebih cepat dan menghadapi pertanyaan besar mengenai masa depan sepak bola mereka di panggung dunia.



