telusur.co.id - Survei Poltracking Indonesia menunjukkan 44,6 persen responden menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak perlu dilanjutkan.
Sementara itu, 42,1 persen responden menyatakan MBG perlu dilanjutkan. Adapun 13,3 persen responden tidak tahu atau tidak menjawab.
Hasil tersebut berasal dari survei nasional tatap muka Poltracking Indonesia periode 14-20 Agustus 2026 yang dipublikasikan melalui akun Instagram resminya.
Survei juga mencatat 93,9 persen responden mengetahui program MBG. Dari kelompok tersebut, 49,2 persen mengaku tidak puas terhadap MBG, sedangkan 46,4 persen menyatakan puas. Sebanyak 4,4 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
Rinciannya, 36,9 persen menyatakan kurang puas dan 12,3 persen sangat tidak puas. Sementara itu, 38,6 persen cukup puas dan 7,8 persen sangat puas.
Tingkat kepuasan terhadap MBG juga menunjukkan tren menurun. Pada Oktober 2025, kepuasan tercatat 53,5 persen, kemudian 55 persen pada Maret 2026 dan 53,7 persen pada Mei 2026.
Angka tersebut turun menjadi 45,6 persen pada Juli 2026 sebelum naik tipis menjadi 46,4 persen pada Agustus 2026. Pada periode yang sama, ketidakpuasan tercatat 49,2 persen.
Poltracking juga mengukur kepuasan terhadap Badan Gizi Nasional (BGN). Hasilnya, 42,1 persen responden menyatakan tidak puas dan 41,6 persen puas. Sisanya, 16,3 persen tidak tahu atau tidak menjawab.



