telusur.co.id - Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tercatat sebesar 55,1 persen dalam survei terbaru Poltracking Indonesia yang diunggah di Instagram Poltracking, Senin (31/8).
Angka tersebut melanjutkan tren penurunan kepuasan publik dalam setahun terakhir. Pada Oktober 2025, tingkat kepuasan masih berada di 78,1 persen, kemudian turun menjadi 74,1 persen pada Maret 2026 dan 72,2 persen pada Mei 2026.
Kepuasan kembali merosot menjadi 58,4 persen pada Juli 2026 dan mencapai 55,1 persen pada Agustus 2026. Dengan demikian, tingkat kepuasan turun 23 poin persentase dibandingkan Oktober 2025.
Berdasarkan hasil survei yang diunggah Poltracking Indonesia, sebanyak 7,5 persen responden mengaku sangat puas dan 47,6 persen cukup puas.
Sementara itu, tingkat ketidakpuasan mencapai 40,2 persen, terdiri dari 34,7 persen responden yang menyatakan kurang puas dan 5,5 persen sangat tidak puas. Sebanyak 4,7 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
Dari sejumlah sektor yang dievaluasi, ekonomi menjadi bidang dengan penilaian terendah. Hanya 41,8 persen responden yang mengaku puas terhadap kinerja pemerintah di sektor tersebut, sedangkan 52,9 persen menyatakan tidak puas.
Bidang hukum dan pemberantasan korupsi juga mendapat tingkat kepuasan di bawah 50 persen, yakni 48,3 persen. Sebanyak 43,5 persen responden menyatakan tidak puas.
Sebaliknya, tingkat kepuasan tertinggi tercatat pada bidang pendidikan sebesar 63,9 persen, disusul sosial budaya 63,7 persen, kesehatan 62,6 persen, serta pertahanan dan keamanan 61,6 persen.
Adapun kepuasan terhadap bidang politik dan stabilitas nasional tercatat 51,9 persen.
Survei nasional Poltracking Indonesia tersebut dilakukan secara tatap muka pada 14-20 Agustus 2026.



