Tim Uber Indonesia Tumbangkan Kanada 3-2 di Laga Penuh Tekanan - Telusur

Tim Uber Indonesia Tumbangkan Kanada 3-2 di Laga Penuh Tekanan

Ganda putri Indonesia Amallia Cahaya Pratiwi / Siti Fadia Silva Ramadhanti. Sumber foto: dok PBSI

telusur.co.id - Tim putri Indonesia harus berjuang hingga titik akhir sebelum akhirnya mengamankan kemenangan tipis 3-2 atas Kanada pada laga pembuka Piala Uber 2026 di Horsens, 24 April.

Pertandingan berlangsung menegangkan sejak awal. Indonesia bahkan sempat tertinggal setelah tunggal pertama Putri Kusuma Wardani gagal menyumbang poin. Sempat merebut gim pertama, Putri justru kehilangan momentum dan harus mengakui keunggulan Michelle Li dengan skor 21-16, 11-21, 16-21.

Putri tak menutupi kekecewaannya. Ia mengaku terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri dan kesulitan beradaptasi dengan perubahan tempo permainan lawan. “Saya nggak bisa keluar dari tekanan di lapangan,” ujarnya usai pertandingan.

Harapan Indonesia kembali hidup lewat sektor ganda. Pasangan Febriana Dwipuji Kusuma / Meilysa Trias Puspitasari tampil solid, bangkit dari tekanan di gim pertama untuk membalikkan keadaan dan menang 23-21, 21-10 atas Jackie Dent/Crystal Lai.

“Kami sempat terburu-buru di awal, tapi coba fokus satu poin demi satu poin. Dukungan tim juga sangat membantu,” ujar Febriana.

Momentum positif berlanjut saat Thalita Ramadhani Wiryawan tampil penuh semangat di partai tunggal kedua. Meski sempat tegang, ia mampu mengontrol permainan dan menang dua gim langsung 21-16, 21-19, membawa Indonesia unggul 2-1.

“Saya ingin menunjukkan kalau kami di sini berjuang sebagai tim,” kata Thalita, yang mengaku penampilannya kali ini menjadi pembuktian setelah hasil kurang memuaskan sebelumnya.

Kemenangan Indonesia dipastikan oleh pasangan ganda kedua Amallia Cahaya Pratiwi / Siti Fadia Silva Ramadhanti. Tampil semakin percaya diri setelah melewati awal yang kurang mulus, mereka menundukkan pasangan Kanada 21-18, 21-11.

Fadia menyoroti faktor adaptasi sebagai tantangan utama. “Kami masih menyesuaikan dengan shuttlecock dan atmosfer beregu yang berbeda,” ujarnya.

Partai terakhir yang mempertemukan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi melawan Rachel Chan memang berakhir dengan kekalahan, namun tidak lagi menentukan hasil akhir bagi Indonesia.


Tinggalkan Komentar