telusur.co.id - Dalam upaya memperkuat diplomasi sejarah melalui pendekatan memori kolektif, Pusat Kerja Sama Internasional (Puskersin) TNI memfasilitasi pertemuan strategis untuk memfinalisasi rencana kerja sama antara Pusat Sejarah (Pusjarah) TNI dan Museum Bronbeek, Belanda. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Tamu VIP Puskersin TNI, Gedung Oerip Sumohardjo, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (21/1/2026).
Pertemuan dipimpin oleh Kepala Bidang Kerja Sama Non-ASEAN Puskersin TNI, Kolonel Laut (P) Ibni Jauhari, yang hadir mewakili Kapuskersin TNI Laksma TNI Donny Suharto, S.H., M.Tr.Opsla. Turut mendampingi sejumlah pejabat utama Puskersin TNI, antara lain Letkol Laut (S/W) Silviani Damayanti selaku Kabidjankerma, Letkol Pom I Gede Eka Santika sebagai Kabidprotkun, serta jajaran pejabat dari Pusjarah TNI.
Fokus utama pembahasan adalah tindak lanjut kerja sama dengan delegasi Belanda yang dipimpin oleh Letkol Laut Patrick Stähli. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa draf Implementing Arrangement (IA) antara Pusjarah TNI dan Museum Bronbeek telah mencapai tahap final dan siap untuk ditandatangani oleh kedua belah pihak.
Menanggapi perkembangan positif tersebut, Pemerintah Belanda berencana mengundang Kepala Pusjarah TNI secara resmi ke Belanda untuk menghadiri prosesi penandatanganan perjanjian. Agenda tersebut direncanakan berlangsung bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun Museum Bronbeek dalam waktu dekat.
Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi sarana diplomasi sejarah yang konstruktif dalam melestarikan nilai-nilai sejarah militer kedua negara, sekaligus mempererat hubungan profesionalisme dan saling pengertian antara Tentara Nasional Indonesia dan Angkatan Bersenjata Kerajaan Belanda. [ham]




