telusur.co.id - UNESCO menilai pemboman sekolah dasar di Iran oleh Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional.
“Pembunuhan murid di tempat yang didedikasikan untuk belajar merupakan pelanggaran berat terhadap perlindungan yang diberikan kepada sekolah berdasarkan hukum humaniter internasional,” ujar UNESCO dalam pernyataannya.
Pejabat Iran melaporkan lebih dari 160 orang tewas dalam serangan tersebut, sebagian besar siswa.
Sementara itu, HRANA, kelompok hak asasi manusia berbasis Washington DC, melaporkan bahwa setidaknya 96 orang tewas di Iran pada hari Senin menyusul serangan gabungan AS-Israel, terdiri dari 85 warga sipil dan 11 personel militer.
Menurut HRANA, total korban tewas sipil sejak serangan dimulai pada 28 Februari mencapai sedikitnya 742 orang, termasuk 176 anak-anak. Palang Merah Iran sebelumnya menyebut korban tewas mencapai 555 orang. Al Jazeera belum dapat memverifikasi angka tersebut secara independen.
HRANA juga melaporkan bahwa serangan pada hari Senin menargetkan berbagai lokasi dan infrastruktur, termasuk pangkalan militer, dua daerah pemukiman, serta Dermaga Shahid Bahonar.
aljazeera



