Gencatan Senjata 10 Hari Israel–Lebanon Dimulai, Beirut Rayakan di Tengah Ketegangan Baru - Telusur

Gencatan Senjata 10 Hari Israel–Lebanon Dimulai, Beirut Rayakan di Tengah Ketegangan Baru

Warga Lebanon rayakan gencatan senjata. sumber foto: aljazeera

telusur.co.id - Gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon resmi mulai berlaku, ditandai dengan suasana euforia di ibu kota Beirut, meski ketegangan di lapangan masih belum sepenuhnya mereda.

Dilansir Aljazeerah, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan kesepakatan penghentian permusuhan tersebut pada Kamis, yang juga mencakup kelompok bersenjata Hisbullah yang didukung Iran.

Tak lama setelah tengah malam, warga di Beirut dilaporkan merayakan gencatan senjata dengan tembakan ke udara dan suasana kegembiraan di berbagai wilayah, menandai harapan baru setelah periode konflik berkepanjangan.

Namun, situasi di lapangan masih rapuh. Militer Lebanon melaporkan adanya pelanggaran awal gencatan senjata oleh Israel, termasuk penembakan sporadis di sejumlah desa di Lebanon selatan. Hingga kini, pihak militer Israel belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan tersebut.

Di sisi lain, Hisbullah menyatakan bahwa mereka telah melancarkan serangkaian operasi militer hingga beberapa menit sebelum gencatan senjata berlaku. Kelompok tersebut menegaskan bahwa aksi terakhir mereka dilakukan tepat sebelum batas waktu penghentian tembak-menembak.

Presiden Trump kemudian menyerukan agar Hisbullah menghormati kesepakatan tersebut dan menyebut momen ini sebagai peluang besar menuju perdamaian.

“Saya berharap mereka bertindak benar selama periode penting ini. Ini bisa menjadi momen luar biasa menuju perdamaian,” tulisnya di platform Truth Social.

Sementara itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Israel menyetujui gencatan senjata untuk mendukung upaya perdamaian, meski menegaskan bahwa pasukan Israel tetap akan bertahan di sejumlah “zona keamanan” di wilayah Lebanon.

Dari pihak Lebanon, Perdana Menteri Nawaf Salam menyambut baik kesepakatan ini dan menyebutnya sebagai hasil perjuangan panjang diplomasi negaranya untuk menghentikan perang.

Di tengah perkembangan ini, Iran juga menyambut positif gencatan senjata tersebut dan menyebutnya sebagai bagian dari upaya lebih luas untuk meredakan ketegangan regional.

Meski gencatan senjata telah berlaku, kondisi di lapangan masih penuh ketidakpastian. Warga mulai kembali ke wilayah asal mereka, namun banyak yang masih menunggu kepastian apakah perdamaian ini benar-benar akan bertahan atau hanya jeda singkat dari konflik yang lebih panjang.


Tinggalkan Komentar