Acosta Soroti Kelemahan KTM: Tikungan Jadi Kunci Tertinggal dari Aprilia - Telusur

Acosta Soroti Kelemahan KTM: Tikungan Jadi Kunci Tertinggal dari Aprilia

Pebalap muda sensasional Pedro Acosta

telusur.co.id - Pebalap muda sensasional Pedro Acosta mengungkapkan bahwa kemampuan menikung masih menjadi titik lemah utama motor KTM RC16 dalam persaingan ketat awal musim MotoGP 2026.

Pabrikan Aprilia tampil dominan dengan menyapu tiga seri pembuka di Asia dan Amerika. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, bahkan memperpanjang tren kemenangan yang sudah dimulai sejak GP Portugal akhir musim lalu. Sementara itu, rival kuat seperti Ducati juga tetap menjadi tolok ukur performa di lintasan.

Meski demikian, KTM menunjukkan peningkatan signifikan. Bersama Acosta, tim asal Mattighofen berhasil naik ke posisi kedua klasemen tim dan ketiga di konstruktor. Perbaikan manajemen ban menjadi salah satu faktor penting kebangkitan mereka musim ini.

Namun Acosta menilai masih ada pekerjaan rumah besar. “Aprilia tampaknya menemukan sesuatu yang membuat motor mereka jauh lebih baik saat menikung,” ujarnya. Ia juga menyinggung kontribusi Aleix Espargaro dalam mengembangkan kekuatan tersebut sejak beberapa musim terakhir.

Saat ini, Acosta menempati posisi ketiga klasemen sementara, di belakang duet Aprilia, Bezzecchi dan Jorge Martin. Ia telah mengoleksi dua podium grand prix dan satu kemenangan sprint. Sementara rekan setimnya seperti Enea Bastianini mulai menunjukkan peningkatan performa, disusul Brad Binder, sedangkan Maverick Vinales masih absen akibat cedera.

Acosta menekankan pentingnya menemukan setelan motor yang konsisten untuk semua pembalap KTM. “Kami butuh dasar pengaturan yang membuat semua pembalap bisa cepat. Itu akan membantu perkembangan tim secara keseluruhan,” jelasnya.

Memasuki seri Eropa, persaingan diprediksi akan semakin terbuka. Kondisi lintasan yang berbeda akan menjadi ujian sesungguhnya bagi KTM untuk mengejar ketertinggalan dari Aprilia dan Ducati.

Soal peluang meraih kemenangan grand prix perdananya, Acosta memilih realistis. “Setiap balapan masih tanda tanya. Motor kami cukup kompetitif, tapi untuk mengalahkan mereka, kami masih perlu lebih,” tutupnya.


Tinggalkan Komentar