telusur.co.id - Forum Diskusi Green Nagan mendorong penerapan ekonomi syariah dalam aktivitas usaha sehari-hari untuk memperkuat kemandirian ekonomi daerah di Kabupaten Nagan Raya, Aceh.
Dorongan itu disampaikan dalam diskusi publik bertajuk "Ekonomi Syariah dan Kemandirian Daerah Istimewa" yang digelar di Green Nagan Cafe dan Resto, dikutip Senin (2/11/2026).
Kegiatan yang diikuti pelajar, mahasiswa, dan pelaku UMKM ini membahas peluang penerapan nilai ekonomi syariah dalam usaha, pengelolaan keuangan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Direktur Green Nagan Ihsan Satria mengatakan, diskusi ini digelar untuk meningkatkan pemahaman generasi muda dan pelaku UMKM bahwa ekonomi syariah bukan hanya konsep, tapi prinsip yang bisa diterapkan.
"Momentum dua tahun Asta Cita ini menjadi kesempatan bagi kita untuk melihat bagaimana agenda pembangunan nasional dapat diterjemahkan menjadi gerakan nyata di daerah. Kami ingin mendorong generasi muda dan pelaku UMKM agar semakin memahami ekonomi syariah, bukan hanya sebagai konsep, tetapi sebagai prinsip yang bisa diterapkan dalam kegiatan ekonomi sehari-hari," kata Ihsan.
Menurutnya, upaya penguatan ekonomi syariah dan UMKM sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan kemandirian ekonomi, pemerataan kesejahteraan, dan penguatan kewirausahaan sebagai prioritas nasional.
"Di era pemerintahan Presiden Prabowo, peluang pengembangan ekonomi syariah dan kemandirian daerah semakin terbuka. Kami mengapresiasi arah pembangunan yang mendorong kemandirian ekonomi, penguatan UMKM, serta pemerataan kesejahteraan," ujarnya.
Ihsan menilai, ekonomi syariah punya potensi besar karena menyangkut nilai keadilan, transparansi, dan kebermanfaatan, bukan hanya sistem keuangan. Aceh dengan kekhususannya perlu melibatkan semua pihak untuk membangun ekonomi yang mandiri dan produktif.
Ia menambahkan, pengembangan ekonomi syariah perlu kolaborasi pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat agar potensi daerah menjadi kekuatan ekonomi bernilai tambah, melalui penguatan UMKM, optimalisasi lembaga pengelola dana umat, dan peningkatan SDM.
"Dalam konteks dua tahun Asta Cita, diskusi ini menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat daerah dalam mendukung agenda pembangunan nasional, terutama terkait ekonomi syariah, kewirausahaan, pemerataan kesejahteraan, dan pembangunan dari bawah," tukasnya.[Nug]