telusur.co.id - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Sumail Abdullah, mendorong pemerintah memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memetakan wilayah yang berulang kali mengalami kebakaran.
Menurut Sumail, pemetaan tersebut penting untuk mengetahui pola kejadian karhutla dari tahun ke tahun, termasuk wilayah yang memiliki potensi tinggi mengalami kebakaran kembali.
Hal itu disampaikan Sumail dalam Rapat Panja Pengawasan Karhutla Komisi IV DPR RI, Selasa (29/9/2026).
“Hotspot ini bisa juga ada di semua provinsi yang terdapat bahan-bahan,” kata Sumail.
Ia menilai, data mengenai titik panas (hotspot) perlu diikuti dengan analisis lebih mendalam terkait lokasi yang berulang mengalami kebakaran. Dengan demikian, pemerintah dapat menentukan langkah pencegahan secara lebih terarah.
Sumail juga menyoroti perlunya mengetahui seberapa besar persentase kejadian karhutla yang kembali muncul di lokasi yang sama dibandingkan dengan wilayah yang sebelumnya belum terdampak.
Menurut dia, informasi tersebut dapat menjadi dasar untuk memperkuat pembinaan dan pencegahan karhutla di daerah.
“Berapa kira-kira pengulangan-pengulangan pembakaran itu dari tahun-tahun sebelumnya. Dan berapa persentase pembakaran yang dilahirkan,” ujarnya.
Sumail menegaskan, penanganan karhutla tidak cukup hanya dilakukan ketika api sudah membesar. Pemerintah perlu mengantisipasi agar kebakaran tidak terus berulang setiap tahun.
“Menurut saya, pembinaan pembakaran ini adalah kepentingan kita sebenarnya. Tidak hanya kepentingan api membesar pembakaran, tapi bagaimana kita mengantisipasi supaya kejadian-kejadian pembakaran tidak berulang-ulang,” katanya.
Ia berharap upaya pencegahan karhutla dapat dilakukan secara lebih sistematis dengan memanfaatkan data kejadian kebakaran sebelumnya. Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan risiko kebakaran sekaligus memperkuat pengawasan di wilayah rawan karhutla.