JAKARTA, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menyampaikan permintaan maaf kepada publik menyusul sorotan terhadap gaya hidup Deputi II Bakom Timothy Ivan Triyono di media sosial.
Qodari mengaku telah memberikan teguran keras kepada Timothy. Ia juga meminta seluruh deputi dan jajaran Bakom lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial serta tidak mengekspos gaya hidup yang dapat dipersepsikan sebagai kemewahan.
“Saya sudah menegur keras Saudara Timothy Ivan,” kata Qodari di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Qodari mengatakan peringatan serupa disampaikan kepada jajaran Bakom lainnya. Menurut dia, pejabat pemerintah harus menjaga kepatutan dalam kehidupan publik, termasuk ketika menggunakan media sosial.
Ia mengaitkan sikap tersebut dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pejabat pemerintah hidup sederhana dan memiliki kepekaan terhadap kondisi masyarakat.
Qodari sekaligus mengakui adanya kelalaian dirinya sebagai pimpinan dalam mengingatkan jajaran terkait persoalan tersebut.
“Untuk kelalaian mengingatkan deputi dan jajaran Bakom tentang gaya hidup mewah, saya sebagai Kabakom meminta maaf,” ujar Qodari.
Permintaan maaf itu, kata Qodari, tidak hanya ditujukan terkait jajaran Bakom. Ia juga menyatakan standar yang sama berlaku bagi dirinya dan keluarganya selama dirinya berada di pemerintahan.
Polemik mencuat setelah beredar unggahan akun media sosial anonim yang menyoroti gaya hidup sejumlah pejabat Bakom, termasuk Timothy Ivan. Qodari menyebut unggahan anonim tersebut sebagai bentuk “surat kaleng” di era media sosial. Namun, terkait persoalan gaya hidup, ia tetap menyatakan telah menegur Timothy dan mengingatkan jajarannya.