Menteri PPPA di Wisuda ke-35 Universitas Ibrahimy: Bangsa Indonesia Butuh Generasi Berintegritas

by Arianto Deni |
Menteri PPPA di Wisuda ke-35 Universitas Ibrahimy: Bangsa Indonesia Butuh Generasi Berintegritas
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Hj. Arifah Fauzi usai memberikan orasi ilmiah pada Wisuda XXXV Universitas Ibrahimy

SITUBONDO - Suasana khidmat menyelimuti Auditorium Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo pada Senin pagi (21/9/2026). Rapat Terbuka Senat Wisuda XXXV Program Diploma, Sarjana, dan Magister Universitas Ibrahimy (Unib) Sumberejo, Banyuputih, Situbondo, resmi dibuka.

​Tahun ini, sebanyak 1.053 wisudawan dan wisudawati dari 25 program studi bersiap melangkah ke jenjang kehidupan baru. Pelaksanaan prosesi kelulusan ini dibagi dalam dua gelombang, yakni pada 21 dan 22 September 2026.

​Momen bersejarah tersebut makin istimewa dengan hadirnya Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Hj. Arifah Fauzi, yang memberikan orasi ilmiah di hadapan para wisudawan pada hari pertama.

Ilmu, Akhlak, dan Tantangan Zaman

​Dalam orasinya, Menteri PPPA mengingatkan bahwa, pelepasan toga bukan penanda usainya perjalanan belajar, melainkan awal dari tanggung jawab sosial yang jauh lebih besar di tengah masyarakat.

​”Setelah toga dilepas dan ijazah diterima, ada satu pertanyaan penting: untuk apa ilmu yang kita peroleh? Apakah hanya untuk gelar, atau menjadi amal, pengabdian, dan keteladanan? Ilmu yang tinggi harus berjalan bersama akhlak yang luhur,” urai Arifah Fauzi.

​Arifah mengungkapkan bahwa, para lulusan tidak hanya membawa selembar ijazah, tetapi juga tradisi keilmuan serta nilai keteladanan Islam yang telah ditempa selama berproses di pesantren.

Bangsa Indonesia saat ini membutuhkan generasi yang tidak sekadar cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial untuk menjawab berbagai tantangan moralitas maupun perlindungan anak.

Harmoni Tradisi Pesantren dan Sains Modern

Rektor Universitas Ibrahimy, Dr. H. Khoirul Anwar, M.H.I., dalam sambutannya menguraikan, komitmen kampus yang berdiri di atas fondasi kuat tradisi Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo.

​Menurutnya, nilai-nilai perjuangan para muassis, Kiai Syamsul, Kiai As’ad, dan Kiai Fawaid, menjadi pendorong utama bagi Unib untuk terus menyinergikan kedalaman ilmu agama (tafaqquh fiddin) dengan penguasaan sains dan teknologi modern.

​Ketua Panitia Wisuda XXXV, Zainuddin, M.Pd. mengucapkan, rasa syukur atas kelancaran acara hari pertama. Kunjungan Menteri PPPA menjadi suntikan motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus mendidik mahasantri agar siap bersaing di segala situasi.

Rangkaian Hari Kedua

​Prosesi wisuda gelombang kedua pada Selasa (22/9/2026) dijadwalkan bakal dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Dr. (HC) H. A. Muhaimin Iskandar, M.Si.

​Acara ini turut dihadiri oleh Pengasuh Pesantren K.H.R. Ahmad Azaim Ibrahimy, Wakil Pengasuh Dr. (HC) KH. Afifuddin Muhajir, M.Ag., jajaran rektorat, Plt. Staf Ahli Setda Prov. Jatim Dr. Akh. Jazuli, Koordinator Kopertais IV Jatim Prof. Akh. Muzakki, serta Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah, S.Pd.I. (das/ari)

Komentar

Berita Terkait