Shin Tae-yong Kecewa Berat, Minta Wasit Lebih Adil Usai Persija Takluk dari Dewa United

by Risyad Avisena |
Shin Tae-yong Kecewa Berat, Minta Wasit Lebih Adil Usai Persija Takluk dari Dewa United
Wasit yang bertugas di laga Dewa United vs Persija di Stadion Internasional Banten, Serang, Sabtu (31/10/2026). Foto: Telusur/Kurniawan Sumiarta.

Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, menyoroti kepemimpinan wasit setelah timnya menelan kekalahan dari Dewa United FC pada pekan kedelapan Super League 2026/2027. Menurutnya, pertandingan yang berlangsung di Stadion Internasional Banten, Serang, Sabtu (31/10/2026), tidak berjalan secara adil bagi Persija.

Persija sejatinya sempat berada di atas angin setelah mampu mencetak gol lebih dahulu pada menit keempat lewat gol Rayhan Hannan.

Namun, sebelum jeda babak pertama, Denilson membuat skor sama. Petaka bagi Macan Kemayoran hadir pada menit ke-66. Bek kiri Dony Tri Pamungkas diganjar kartu kuning kedua sehingga harus diusir dari lapangan.

Unggul jumlah pemain, Dewa United mampu membalikkan keadaan dan membuat Macan Kemayoran harus pulang tanpa satu poin pun.

Kekalahan tersebut membuat Shin Tae-yong tidak hanya mengevaluasi permainan anak asuhnya.

Pelatih asal Korea Selatan itu juga menyoroti sejumlah keputusan pengadil lapangan yang menurutnya tidak berpihak kepada Persija. Ia menilai terdapat beberapa situasi pelanggaran yang luput dari perhatian wasit maupun perangkat Video Assistant Referre (VAR).

Shin Tae-yong menegaskan, keputusan terkait taktik dan perubahan strategi merupakan tanggung jawabnya sebagai pelatih. Ia menyebut penyesuaian taktik dapat dilakukan sesuai perkembangan pertandingan.

"Untuk taktik pertandingan, itu adalah bagian yang saya susun dan instruksikan kepada pemain. Bagian tersebut, baik saat awal mula, pertengahan, dan tergantung pada situasinya," kata Shin Tae-yong usai pertandingan.

"Saya selalu bisa mengubah bagian taktik untuk para pemain," lanjutnya.

Namun, Shin Tae-yong menilai persoalan yang terjadi dalam pertandingan melawan Dewa United tidak semata-mata berkaitan dengan strategi. Ia berharap pertandingan dapat berlangsung dalam situasi yang berimbang dan seluruh pihak memberikan perhatian lebih terhadap aspek keadilan dalam pertandingan.

"Sebenarnya jika berbicara secara objektif tentang pertandingan, saya harap pertandingan selalu dimainkan secara fair play 50-50. Pertandingan yang terlalu berat sebelah seperti hari ini jelas sebaiknya tidak terjadi," tegas mantan pelatih timnas Indonesia tersebut.

Menurut Shin Tae-yong, kedua tim telah melakukan persiapan serius sebelum pertandingan. Karena itu, ia berharap jalannya pertandingan tidak terganggu oleh keputusan-keputusan yang membuat salah satu tim merasa dirugikan. Ia juga meminta seluruh perangkat pertandingan menjalankan tugas dengan perhatian lebih.

"Kedua pelatih dan kedua tim sudah berlatih keras untuk menghadapi pertandingan, jadi agar para pemain bisa lebih fokus pada permainan saja," tuturnya.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan utama Shin Tae-yong setelah Persija gagal mempertahankan keunggulan atas Dewa United. Ia berharap evaluasi terhadap kepemimpinan pertandingan dapat dilakukan sehingga kualitas pertandingan Super League ke depan semakin baik.

"Agar bisa tercipta pertandingan yang seperti itu, saya akan berterima kasih jika semua pihak mulai dari wasit bisa lebih memperhatikannya," tutup eks juru taktik timnas Korea Selatan itu.

Shin Tae-yong pun berharap persoalan serupa tidak kembali terjadi pada pertandingan Persija berikutnya. Baginya, kualitas permainan tidak hanya ditentukan oleh kesiapan pemain dan strategi kedua pelatih, tetapi juga oleh kemampuan seluruh perangkat pertandingan menjaga jalannya laga tetap adil dan kompetitif.

Imbas kekalahan atas Dewa United, posisi Persija di puncak klasemen kian terancam. Macan Kemayoran saat ini mengumpulkan 18 poin hanya selisih satu poin saja dari skuad asuhan Osmar Loss tersebut. Sementara itu, Bali United dan Madura United menguntit di posisi ketiga dan keempat dengan terpaut dua poin.

Komentar

Berita Terkait