Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil, memimpin langsung peninjauan pembangunan trase baru Batutulis di Jalan Saleh Danasasmita, Kota Bogor, pada Jumat (9/10/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan jalur pengganti pascalongsor tersebut dapat segera rampung dan difungsikan kembali oleh masyarakat.
Proyek pembangunan yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat ini tercatat telah mencapai progres konstruksi sebesar 84 persen. Penyelesaian secara keseluruhan ditargetkan rampung pada akhir Oktober 2026 mendatang.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Adityawarman turut didampingi oleh jajaran Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, yakni Rusli Prihatevy, Zenal Abidin, dan Dadang Iskandar Danubrata. Hadir pula sejumlah Ketua Fraksi DPRD Kota Bogor, di antaranya Eka Wardhana, Muhammad Benninu Argoebie, Pepen Firdaus, Banu Lesmana Bagaskara, Lusiana, Karnain Asyhar, Subhan, dan Safrudin Bima.
Adityawarman menegaskan, keberadaan trase baru Batutulis sangat krusial dan telah dinantikan oleh masyarakat. Sebagaimana diketahui, bencana longsor yang memutus Jalan Saleh Danasasmita pada awal 2026 lalu telah melumpuhkan akses utama dan mobilitas warga setempat.
Selama proses pengerjaan berlangsung, para pengguna jalan terpaksa dialihkan melalui jalur alternatif di sekitar Lawang Gintung menuju Cipaku, begitupun untuk arah sebaliknya.
“Harapannya, akses trase baru Batutulis ini segera bisa digunakan oleh masyarakat karena memang sudah ditunggu-tunggu,” kata Adityawarman.
Melihat progres pembangunan yang cukup positif, DPRD Kota Bogor optimistis trase baru ini bisa segera difungsikan sesuai target waktu yang ditetapkan. Beroperasinya jalur tersebut diharapkan menjadi solusi untuk memulihkan aksesibilitas warga, sekaligus mengurai simpul kepadatan arus lalu lintas di kawasan Batutulis.
Di lokasi yang sama, Kepala UPTD Wilayah Pelayanan I Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat, Andi Nugroho, memaparkan bahwa capaian konstruksi menunjukkan tren positif. Terdapat peningkatan progres sebesar lima persen jika dibandingkan dengan data pada Rabu (7/10/2026) lalu.
“Untuk progres Batutulis saat ini sudah mencapai 84 persen. Dari hari Rabu kemarin 79 persen, sudah ada kenaikan sebesar lima persen,” ujar Andi.
Meski demikian, Andi tak menampik adanya tantangan di lapangan. Tingginya intensitas curah hujan di Kota Bogor kerap memaksa tim menghentikan sementara aktivitas konstruksi demi standar keselamatan pekerja dan kualitas pekerjaan.
Untuk menyiasati hal tersebut dan mengejar target penyelesaian, pihaknya memberlakukan penyesuaian jam kerja (sistem sif) hingga malam hari.
“Kendalanya mungkin musim hujan. Kita harus kejar-kejaran sama hujan. Kalau hujan kita berhenti, kemudian menambah waktu pekerjaan sampai tengah malam,” jelasnya.
Secara terpisah, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, memastikan bahwa sebelum ruas jalan tersebut resmi dibuka untuk umum, pemerintah akan melakukan serangkaian uji coba guna menjamin aspek keselamatan berlalu lintas.
Fasilitas pendukung jalan juga akan dilengkapi, mulai dari rambu lalu lintas, marka jalan, hingga penerangan jalan umum (PJU).
“Setelah itu tentu akan ada uji coba, termasuk melengkapi rambu dan marka serta PJU. Jadi, kita harapkan pada 1 November secara resmi bisa dibuka untuk masyarakat,” ungkap Dedie.