telusur.co.id -Persijap Jepara resmi mengumumkan komposisi baru dalam struktur kepelatihan dan teknis tim. Mario Lemos dipercaya menjabat sebagai pelatih kepala, sementara Divaldo Alves kini mengemban peran strategis sebagai direktur teknik klub.
Pertukaran jabatan keduanya cukup mengejutkan. Pada awal musim, Mario Lemos merupakan pelatih kepala Laskar Kalinyamat hingga pekan ke-12 Super League 2025/2026. Namun, rentetan hasil buruk membuat pelatih asal Portugal tersebut dicopot dari jabatannya. Posisinya sempat diisi oleh Danang Suryadi sebagai pelatih interim.
Kemudian, Divaldo Alves datang sebagai pelatih kepala dan manajemen memplot Mario Lemos sebagai Direktur Teknik klub.
Menurut manajemen Persijap, angkah ini diambil tidak lepas sebagai bagian dari desain strategis jangka panjang manajemen untuk memperkuat fondasi klub.
Fokus utamanya adalah menjaga kesinambungan filosofi permainan serta pengembangan pemain agar Persijap tetap kompetitif dan bertahan di kasta teratas sepak bola nasional.
Manajemen menilai perpaduan kepemimpinan teknis Mario Lemos di lapangan dengan visi strategis Divaldo Alves di balik layar merupakan komposisi ideal. Sebagai pelatih kepala, Mario Lemos memegang tanggung jawab penuh atas persiapan taktik, strategi, dan performa tim di setiap laga. Ia diharapkan mampu membentuk karakter tim yang disiplin dan konsisten.
Di sisi lain, Divaldo Alves dalam peran barunya akan berfokus pada sinkronisasi struktur teknis klub secara menyeluruh, mulai dari tim utama hingga ke level pembinaan usia muda.
Manajer Klub Persijap, Egat Sacawijaya, menegaskan bahwa penunjukan ini merupakan bentuk keseriusan manajemen dalam membangun klub secara berkelanjutan.
“Penunjukan ini merupakan wujud keseriusan kami dalam membangun Persijap secara berkelanjutan. Kami percaya Mario Lemos memiliki kapasitas kepemimpinan dan kualitas teknis untuk membawa tim tampil kompetitif di setiap pertandingan."
"Di sisi lain, Divaldo Alves akan memastikan fondasi teknis klub tetap kuat dan terarah. Ini bukan tentang perubahan semata, melainkan tentang kesinambungan dan penguatan struktur yang sudah kami rancang sejak awal,” ujar Egat dalam keterangan resmi klub, Selasa (17/2)
Egat menambahkan bahwa visi besar manajemen adalah membawa Persijap tumbuh dengan identitas profesional yang kuat dan menjadi kebanggaan masyarakat Jepara.
“Kami ingin Persijap tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dengan identitas yang kuat, profesional, dan membanggakan masyarakat Jepara. Dengan kerja keras, kolaborasi, serta dukungan seluruh elemen tim dan suporter, kami optimistis target tersebut dapat dicapai,” tambahnya.
Carlos Franca dan kawan-kawan saat ini masih rawan ancaman degradasi dengan menempati peringkat 17 dengan hanya memiliki 15 poin atau hanya berjarak 2 poin dari zona aman yang ditempati PSBS Biak dengan memiliki 13 laga tersisa.
Dengan berbagai manuver pada bursa transfer putaran kedua sebelumnya, patut dinantikan gebrakan dari kedua sosok pelatih tersebut untuk memberikan kontribusi kepada tim yang bermarkas di Stadion Gelora Bumi Kartini tersebut.



